The Book of Origins | BlogPacker
  • Start Your Day With Personal Story

    The Book of Origins


    Karena males foto buku sediri; gambar diambil dari sini.

    Apakah kalian tahu bahwa ide awal huruf Braille itu bukan datang dari Louis Braille? Tahun 1821, tentara Perancis Kapten Charles  Barbier menemukan sesuatu yang dia namai "night writing" (menulis malam; terjemahan bebas :p). Penemuan itu menggunakan kode dua belas titik yang telah dikembangkan untuk kondisi medan perang yang secara khusus mengatasi kebutuhan untuk berkomunikasi/berbicara selama berjam-jam dalam kegelapan, ketika diam merupakan perbuatan yang sangat penting. Untuk menunjukkan kode barunya, Barbier mengunjungi sekolah khusus anak-anak buta, di mana salah satu muridnya adalah Louis Braille. Tertarik dengan sistem itu, Braille mengembangkannya menjadi huruf Braille seperti yang dikenal sekarang ini (Trevor Homer, 2006 : 170).

    Informasi itu termuat dalam sebuah buku berjudul The Book of Origins yang ditulis oleh Trevor Homer, yang keseluruhan data validnya dia peroleh dari The Encyclopedia Britannica (his bible) dan Google (Google is God), serta dibantu oleh orang-orang yang berkompeten (di dunia tahu-menahu) haha. Buku ini saya peroleh dari Ronald Diningrat, salah seorang Komisaris Radio Gomezone waktu saya masih jadi Manajer Operasional di sana. Selama hampir satu tahun buku ini hanya tersimpan di lemari karena masih ada dua buku di dalam tas harian saya. Setelah dua buku itu tamat, saya menarik The Book of Origins dari lemari dan mulai membacanya. Dipublikasikan oleh Portrait, London, tahun 2006, tentu sudah terlambat bagi saya untuk membacanya. But, dalam dunia baca, tidak ada kata terlambat. Actually.
     
    The Book of Origins, seperti judulnya, memuat tentang keaslian segala sesuatunya. Tapi menurut saya lebih kepada yang paling 'pertama' untukkuuu dan tak kulupaaaa diriku terjerat cintamu. Memuat begitu banyak informasi yang bakal mencerahkan pemikiran kita, memperluas wawasan, dan kalau mau ngomong punya modal yang cukup kuat. Saya tidak bilang kita bakal langsung pintar setelah membaca buku ini, tapi wawasan kita yang bakal lebih luas. Karena, pintar dan cerdas itu relatif hihihi.

    Apa saja kah yang dimuat di dalam buku ini? There's a lot of things! Dimulai dari art, communication, countries and empires, crime, sampai massive steps, religion, sex, war, dan zoos. Ada kata 'sampai' di situ, artinya masih banyak yang lain yang tidak disebutkan di sini. 

    Sebagai peminum kopi, alangkah senangnya ketika saya membaca bagian tentang kopi pada halaman 118. Jadi tahu bahwa sebelum 1000 AD (Anno Domini/Kalender Masehi), Orang Galla atau Orang Dromo, dari Ethiopia mulai makan biji kopi bubuk yang dicampur dengan lemak hewani untuk energi ekstra. Tercatat, tersebutlah seorang gembala kambing bernama Kaldi menyaksikan kambing-kambingnya melompat-lompat dengan energi yang meningkat setelah mengunyah buah dari dari semak-semak kopi yang tumbuh liar di ladangnya. Kaldi juga diduga menjadi orang pertama yang memperoleh keuntungan dari kafein. Berita tentang Kaldi pun tersebar dan mengonsumsi kopi menjadi kebiasaan nasional.

    Barulah pada tahun 1453 kopi diimpor ke Konstantinopel oleh Turki Ottoman. Dan toko kopi pertama di dunia, bernama Kiva Han, dibuka di sana pada tahun 1475.

    Sepenggal tulisan tentang kopi di atas, saya sarikan dari buku aslinya yang berbahasa Inggris. Senang banget begitu tahu ternyata ada yang versi Bahasa Indonesia, atau ada yang menerjemahkannya. Soalnya buku ini bangus sekali, rugi kalau ada yang belum membacanya. Sesekali memang kita harus selingi kegiatan membaca antara novel, biografi, dan pengetahuan umum seperti buku The Book of Origins yang ditulis oleh Trevor Homer. Buku ini sangat saya rekomendasikan pada kalian semua. Apabila ada yang telah membacanya, mantap lah. Tapi kalau belum, cobalah membeli atau meminjam buku ini. Boleh juga yang Bahasa Indonesia supaya lebih mudeng.

    Demikianlah (duh, bahasanya) review saya Sabtu ini, tentang sebuah buku yang perlu dan penting bagi semua orang (soalnya Sabtu kemarin sudah review soal filem: Komedi Superhero). Membaca itu tidak pernah ada ruginya. Hari gini tidak suka baca? Apa lah kata Upin Ipin :D haha.

    Selamat berakhir pekan, kawan. Jadikan akhir pekan kalian berfaedah.


    Cheers.

    3 komentar:

    1. Baru tau ni sis.. penemu braile ternyata gurunya 😊

      ReplyDelete
    2. Coba pinjamkan diriku buku itu yah encimπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      ReplyDelete
    3. Coba pinjamkan diriku buku itu yah encimπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      ReplyDelete

     

    2teh

    Tuteh Pharmantara
    Email: tuteh.pharmantara@gmail.com
    Twitter & Foap: @tuteh
    FB: Tuteh Pharmantara
    WA: 085239014948


    flobamorata
    Internet Sehat

    Advertisement

    Labels