Peduli Rokatenda ge[n][d]ud | BlogPacker <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("iframes-styles-bubble", function() { if (window.iframes && iframes.open) { iframes.open( '//www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\07518106639\46blogName\75ge%5Bn%5D%5Bd%5Dud++%7C++BlogPacker\46publishMode\75PUBLISH_MODE_BLOGSPOT\46navbarType\75SILVER\46layoutType\75CLASSIC\46searchRoot\75http://tuteh-pharmantara.blogspot.com/search\46blogLocale\75en_US\46v\0752\46homepageUrl\75http://tuteh-pharmantara.blogspot.com/\46vt\75-8698097485575493249', { container: "navbar-iframe-container", id: "navbar-iframe" }, { }); } }); </script>

ge[n][d]ud | BlogPacker

Rolling Fairy

Bermuka Dua; Bertopeng

Sunday, May 19, 2013

 Topeng, Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah

*mendengarkan suara kipas angin mungil yang riuhnya persis raksasa sedang bersendawa*

Dunia-dunia ini sama saja. Dunia ini, dunia itu, dunia sini, dunia sana, banyak manusia bertopeng. Menurut pendapat #Monyonglogi saya, para manusia bertopeng ini adalah manusia yang kuatir akan sesuatu. Kuatir kehilangan kesempatan (padahal kesempatan datangnya dari Allah SWT, bukan dari manusia lainnya), kuatir kehilangan nama (tolong yaaaa nama samarannya diperbanyak), kuatir kehilangan perhatian dari manusia lainnya (so what?), dan yang paling mengerikan adalah kuatir tidak dapat keuntungan materi.

Manusia bermuka dua. Apakah di gundukan besar itu mereka hidup dengan ketakutan akan hal-hal remeh seperti ini?

Ada apa? Kenapa harus mengenakan topeng? Sulit kah menjadi orang yang jujur? Atau, setidaknya, sulitkah menjadi orang yang bijak saat diberi kesempatan menanggung-jawabi hal yang lebih besar? Kenapa justru menebar bibit busuk dan berbau? Tahukah efeknya? Manusia-manusia bertopeng tak tahu efeknya, barangkali, bahwa kebenaran dan ketulusan tidak pernah dapat digeser oleh kepongahan dan fitnah. Bahwa ketika manusia bertopeng mulai beraksi; neraka dan surga itu ada kok. *gile, mulai religus saya, hahaha*

Adalah sifat dasar saya untuk tidak pandai memakai topeng. Ketika tidak suka, ya tidak suka. Saya merasa hina ketika bermanis mulut di depan orang yang jelas-jelas memakai topeng lebih dari empat lapis. Emangnya kenapa saya harus bermulut manis dengan orang yang jelas-jelas memakai topeng dan menebar fitnah tentang saya? Kenapa, hah? Kenapa? *mencak-mencak laptop* :p huehuehue.

Dan yang semakin membuat saya agak ngeri adalah ... manusia lainnya (yang mungkin memakai topeng, mungkin juga tidak) terbawa arus. Mentah-mentah mereka percaya, mentah-mentah mereka melakukan reaksi, mentah-mentah mereka makan ikan mentah yang sudah dihinggapi ulat itu. Lantas saya ... ngapain saya? Aaaah biasa saja. Toh saya cari makan sendiri, tak pernah menadah tangan ke mereka, bahkan mereka yang pernah saya tolong. Toh saya juga bernafas sendiri, tak pernah ada yang ngasih bantuan nafas buat saya. Toh semua itu justru menjadi boomerang untuk manusia-manusia bertopeng dan kroni-kroni-nya atau sahabat bergosipnya *bwihik*

*kemudian ada kokok ayam*

Aaaaah sudahlah *kata Babe* 

Mungkin memang benar. Kehidupan gaya-gayaan itu telah membuat manusia-manusia bertopeng menjadi manusia yang tidak berkepribadian dan masuk keluar geng mafia. Sementara saya dan sahabat-sahabat yang menetap di gundukan yang lebih kecil lebih memaknai tentang sesuatu yang kami sebut; cinta, tulus, pribadi yang kuat dan berprinsip, dan tanggung jawab. Mungkin karena darah kami adalah darah timur yang garang. Huehuehue. Ini semakin tidak jelas arah tulisannya.

*kemudian kokok ayam tambah sering... ternyata sudah hampir jam 4 pagi*

Ya sudah *garuk-garuk kepala* mungkin besok saya keramas saja supaya cara berpikir saya lebih jernih huehueheue.

*beneran sudah pagi, terdengar kepok-kepok suara pedagang daging babi di Jalan Irianjaya mulai bekerja*


Wassalam.

Labels: , ,

posted by Tuteh, 5:08 AM | Comment & Link | Lagi Nyari CommSys Baru :p |

Terima Kasih Om Lamber, Ma Teny & Jein

Thursday, May 16, 2013

Dalam hidup kita sering melupakan detail. Warna tali yang digunakan pembunuh untuk mencekik leher korbannya, atau, merek sepatu yang dipakai seorang perempuan karena mata semua lelaki tertuju pada wajahnya yang cantik atau dadanya yang sempurna. Ah ... mari kita bicarakan hal yang lebih mudah dipahami; orang yang menolong di saat kita sangat membutuhkan bantuan.

Om Lamber, saya mengenalnya sebagai suami dari Kakak sepupu saya bernama Teny Bata. Kemudian setelah Kak Teny menikah dengan Om Lamber saya memanggilnya Ma Teny. Mereka adalah pasangan yang ideal; bertemu saat kuliah, menikah ketika mulai mapan, bekerja di Sumbawa dan kemudian memilih untuk pulang ke tanah kelahiran. Keduanya menjadi guru di Sokoria. Kemudian Ma Teny memilih untuk menjadi pedagang warung kelontong dan berjualan pulsa HP serta pulsa listrik. Usaha mereka berjalan mulus sementara Om Lamber sukses menjadi guru di Sokoria.

Sokoria, daerah yang harus saya dan teman-teman Flobamora Community lewati ketika kami hendak pergi ke kamp pengungsi korban erupsi Gunung Rokatenda. 9 kali kami ke kamp pengungsi, tak setiap kali pula kami mampir di Sokoria, di rumah Ma Teny. Tetapi akhir-akhir ini kami jadi sering merepotkan mereka. Ya, mengingat kondisi fund komunitas yang terbatas dan swadaya, kami harus akal-akalan bagaimana caranya semua rewalan dapat makan dengan baik setelah/sesudah (tergantung jam keberangkatan) mengantar bantuan.

Ma Teny, saya tidak akan pernah melupakan jasa-jasanya; menyiapkan kopi, tergopoh-gopoh mengeluarkan minuman dingin dari kulkas, menawarkan roti dan kue, mengirimkan SMS meminta saya untuk mampir sekadar menikmati jagung muda rebus, dan juga menyiapkan makanan untuk kami. Kami! Ya Tuhan, betapa tulus dan mulia hati kakak sepupu saya itu.

Ma Teny, Om Lamber, adek Jein, terima kasih ya selama ini sudah kami repotkan dan selalu bilang, "harus mampir kalau ke kamp pengungsi lagi." kalian, tanpa kalian sadari, adalah mata rantai dari penyaluran bantuan untuk pengungsi korban erupsi Gunung Rokatenda ini. Kalian begitu berjasa dan melakukan sesuatu dengan cara kalian sendiri. Love it.

Terima kasih adalah kalimat terbaik yang saya milik saat ini untuk kalian sekeluarga. Untuk keluarga Bata, dari pihak Mamatua, yang selalu bilang, "heh! Apa tuh omong terima kasih! Kita kaka ade! Tir pake terima kasih segala!"

Ya Allah ... saya bahagia dalam perbedaan agama kami. Saya bahagia bersama keluarga-keluarga saya. Semuanya.

Wassalam.
posted by Tuteh, 12:10 AM | Comment & Link | Lagi Nyari CommSys Baru :p |

#1MugBeras on "Linimassa 3"

Sunday, May 12, 2013



 Terima kasih untuk semua donasi yang masuk, offline dan online, demi membantu para pengungsi korban meletusnya Gunung Rokatenda.
posted by Tuteh, 12:32 AM | Comment & Link | Lagi Nyari CommSys Baru :p |

360 on Metro TV

Saturday, May 11, 2013



Jujur, saya belum pernah menonton tayangan ini sebelumnya because everyday only Fox or Fox Crime yang terpampang di layar televisi produksi tahun 1995 di ruang keluarga rumah saya. Tadi malam akhirnya saya menonton program Metro TV bertajuk 360.

Mas Heru, ini orang paling lucu-kering sedunia, datang ke rumah membawa daftar film yang saya minta ihihihi dan pas banget dengan tayangan 360 tersebut. Kami menontonnya sambil saya live twit tentang tayangan tersebut. Saya merasa wajib live twit karena apa yang disampaikan oleh 360 merupakan hal-hal yang kami off-record-kan selama ini. 

Tentang Camat Pulau Palu'e yang lebih dulu 'mengungsi' ke Kota Maumere, tentang penanganan pemda yang lambat, tentang hal-hal lainnya. Semua dikupas tuntas oleh 360.

Terima kasih 360, Metro TV, yang telah menampilkan tayangan sebegitu bagusnya untuk masyarakat Indonesia. Saya sampai mengabaikan Fox Crime demi menonton 60 menit kisah para pengungsi akibat meletusnya Gunung Rokatenda. 

Eh ... ada Mama Muna.
Eh ... ada Om Raymundus.

Yang kurang hanya Desa Aewora saja ya ... tidak tercover hehehe.


Wassalam.
posted by Tuteh, 1:42 AM | Comment & Link | Lagi Nyari CommSys Baru :p |

Pelatihan Internet, Blog, SocMed Untuk LSM dan Petani

Saturday, April 27, 2013



10 tahun saya ngeblog, mengenal dunia blog dan menjadi seorang blogger, telah berkali-kali memberikan pelatihan blog pada siapa pun yang mau belajar : teman-teman, anak sekolah, keponakan, mahasiswa, beberapa dosen yang adalah juga teman, dan lain-lain.Akhirnya pada tanggal 22 - 23 April 2013 saya memberikan materi : INTERNET, E-MAIL, BLOG dan SOCIAL MEDIA kepada para Petani dan LSM. Pesertanya ada Petani ada orang LSM dan mereka berasal dari beberap tempat di Pulau Flores : Nangapanda, Ende, Sikka, Larantuka, dan lain-lain. 

Menyenangkan ketika mengajarkan hal-hal diatas kepada mereka. Ada yang memang belum tahu sama sekali tentang internet, ada yang sudah tahu, ada yang ingin tahu banyak, ada yang berusaha untuk mengejar pelajaran. Semuanya berjalan meriah di tengah celetukan-celetukan lucu yang bikin saya merasa sangat bahagia.

Job memberikan pelatihan blog ini diberikan oleh Mas Anton Muhajir dari LSM VECO. 

Semangat terus ya kakak-kakak semua! Belajar lah tanpa kenal lelah dan jangan pandang usia orang yang memberikan materi hihihihi kita semua sama-sama belajar kok. Saya sendiri juga terus dalam proses belajar. Yang penting kita have fun saja.

Semangat untuk om Albert, om Gon, om Paul, om Mikel, om Abidin, om Theo, om Zul, om Kosmas. Semoga kita dapat bertemu di lain waktu.

Wassalam.
posted by Tuteh, 2:21 AM | Comment & Link | Lagi Nyari CommSys Baru :p |