• Start Your Day With Personal Story

    Lego-Style Apartment



    Christian sedang pamerkan tempat tidurnya.



    Sejak 'berkenalan' dengan George Clarke dalam program George Clarke's Amazing Spaces di National Geographic bertahun-tahun lalu, saya selalu tertarik dengan konsep rumah mini atau tiny house, dan rumah berjalan. Setelah searching sana-sini, saya jadi tahu bahwa konsep tiny house yang menggabungkan kecerdasan dan keahlian tingkat tinggi dalam mengorganisir ruang dan barang ini sudah lama membahana. George Clarke, si arsitek kesohor, melalui George Clarke's Amazing Space hanyalah salah satunya, yang kebetulan tayang di stasiun teve ternama. Dan, semakin banyak orang berpindah haluan; membangun rumah mini. Bahkan ada yang menjual rumah 'normal'nya lantas pindah ke rumah mini. Kenapa rumah mini sangat digandrungi? Kalian pasti tahu kalau harga tanah semakin mahal, harga material untuk membangun rumah juga mahal, dan pajak tanah pun tidak kalah mahal. Solusinya? Rumah mini yang nyaman dan memenuhi semua kebutuhan dasar manusia seperti kamar mandi, toilet, dapur, tempat tidur, kebutuhan air, dan listrik (yang pastinya menggunakan tenaga matahari). Bagi saya, rumah mini akan mengurangi waktu untuk beberes! Saya iri sama orang lain yang kalau menyapu rumah tidak membutuhkan waktu yang lama.

    Beberapa waktu lalu, setelah absen sekian lama, saya menonton Youtube dan aksi klik-klik jari itu mendamparkan saya pada salah satu video yang diunggah oleh Kirsten Dirksen. Video tersebut berjudul: Lego-style apartment transform into infinite spaces. Kalau penasaran, silahkan kalian nonton sendiri.

    Adalah seorang pria bernama Christian Schallert yang membeli sebuah kamar sempit di puncak sebuah gedung di Barcelona's hip Born district (awalnya sebuah loft). Ya, sebutlah itu apartemen sempit berukuran 24 meter persegi yang nampak seperti kotak kosong. Kondisi awal apartemen itu sangat mengacaukan perasaan; tidak terawat, kotor, berdebu, dan hanya ada satu tempat tidur kayu yang kosong (tanpa kasur). Christian lantas merenovasi apartemen tersebut dengan bantuan seorang arsitek bernama Barbara Appolloni. Menurut Christian, apartemennya itu (desainnya) terinspirasi dari furnitur hemat tempat seperti yanga ada di kapal-kapal, dan juga rumah a la rumah-rumah Orang Jepang yang mini-mini itu. Kalau kalian lihat kondisi apartemen pertama kali sebelum tersentuh dan sekarang, pasti bakal kagum level dewa-dewa di langit *tsah* Bagaimana teknik mereka memanfaatkan ruang sempit dan mengorganisir barang-barang itu bikin kagum. Inilah yang menjadi tantangan bagi orang-orang yang pengen tinggal di tiny house, mereka harus bisa menyeleksi barang mana yang penting dan mana yang harus disumbangkan ke orang lain.

    Cekidot foto-foto berikut yang saya screenshoot dari videonya. Hihi.


    Kondisi awalnya kayak ini. Kalau saya sih mungkin melihat yang seperti ini yang terpikirkan hanyalah tempat tidur mini yang bisa ditempeli di dinding, sama meja kerja saja, dan pojokan buat ngeletakin dispenser, magicom, dan kulkas. Tapi Christian menyulapnya menjadi surga.


    Tempat kumuh itu diubah menjadi seperti ini. Ajegileeee! Oia, itu Christian lagi ada di kamar mandinya yang tembus pandang. Hihihi. Eits, bukan sedang mandi tapi sedang memperagakan hahaha. Di samping kamar mandi itu ada pintu menuju toilet.


    Nah, kalau ini kondisi semua tempat penyimpanan dibuka dan kasur ditarik dari penyimpanannya. Kasur ini kalau ditarin 1/4 bisa jadi sofa nyaman buat baca. Di atas lokasi kasur kalian bisa melihat jendela kan? Ketika kasur disimpan, pinggiran bawah kasur menjadi titian/tangga menuju jendela ... eh ... maksudnya kalau jendelanya dibuka, tradaaaaa, balkon! Di balkon, Christian juga menyediakan satu dua kursi buat bersantai bareng teman-teman. Selain itu, salah satu jendela bisa dibuka dan dijadikan meja makan. Letaknya di samping kiri tempat tidur.


    Bagaimana? Kece badai kan?

    Konsep apartemen yang seperti ini rasanya bisa kita aplikasikan juga tapi tentu harus melihat dengan dana. Meskipun terlihat kecil, dana renovasinya tidak sedikit, apalagi harus membayar arsitek. Lihat juga kayu-kayu yang digunakan, tentu bukan sembarangan yang jelas saya tidak tahu kayu jenis apa, hahaha. Saya sendiri masih punya lahan di belakang rumah, kira-kira seluas apartemen ini, dan jika ada rejeki bolehlah disulap seperti apartemennya Christian ini. Bolehlah bermimpi hahaha.

    Sayang ya Christian menjual apartemennya itu dan menginvestasikan uangnya dan ide mendesain tempat-tempat kecil dengan membuka sebuah hotel kecil di Barcelona yaitu Hotel Brummell. Konsepnya sama sih, tiny-tiny begitu.



    Yaaaa ... sangat menginspirasi. Bagaimana dengan kalian? Pengen juga kah tinggal di rumah mini?


    Cheers.

    0 komentar:

    Post a Comment

     

    2teh

    Tuteh Pharmantara
    Email: tuteh.pharmantara@gmail.com
    Twitter & Foap: @tuteh
    FB: Tuteh Pharmantara
    WA: 085239014948


    flobamorata
    Internet Sehat

    Advertisement

    Labels