• Start Your Day With Personal Story

    5 Rumah Mini Favorit


    Gambar diambil dari sini.

    Yess, living big in a tiny house!

    Sudah dua hari saya ngepos soal rumah mini. Kenapa tidak ganjilkan menjadi tiga hari? Haha. Yang ada menggenapkan kaliiii, bukan mengganjilkan. Sekalian minggu ini kita puas-puaskan dengan rumah mini a.k.a. tiny house. Dari kegiatan menonton teve, menonton video di Youtube, mengulik sana-sini, akhirnya saya menentuka lima rumah mini favorit, rumah mini idaman, yang kalaupun di luaran sedang ada perang dunia saya bakal tetap tinggal di dalamnya sampai kena bom. Haha. Horor kali. Memang tidak semua orang suka tinggal di rumah mini, tergantung kebutuhan, tapi kalau saya sih bakal memilih rumah mini karena sudah bosan dan lelah tinggal di rumah besar *gubrak*.

    Berikut, lima rumah mini favorit saya. Ini favorit saya, bukan favorit kalian. Kalau kalian juga punya daftar rumah mini favorit, silahkan share link-nya di komen. Hihi.

    1. aVoid Tiny House

    Screenshoot dari videonya di Youtube.

    Bagaimana kah rupanya Swiss Army Knife jika dijadikan sebuah rumah? Jawabannya aVoid Tiny House yang didesain dan dibangun oleh seorang arsitek muda bernama Leonardo Di Chiara. Ruang utama aVoid terlihat seperti kubik kosong berwarna putih. Eits, tapi jangan salah, itu merupakan dinding tempat kasur, laci-laci, lemari, dapur, kursi, meja, tersimpan. Tinggal tekan, geser, tarik. Kamar mandinya terletak di samping pintu masuk. Ah, jadi mupeng ya. Terimakasih Kirsten Dirksen untuk video-video inspirasinya di Youtube. Kalian juga bisa langsung melihat videonya di Youtube.

    2. Tiny House Village

    Screenshoot dari videonya di Youtube.

    Bukan karena warnanya kuning meskipun itu salah satu unsur saya menyukai rumah mini yang satu ini. Coba bayangkan, sebagai pecinta kuning, saya punya rumah mini warna kuning. Maaaak! Tak akan saya tinggalkan! Hihi. Sebenarnya ini bukan satu rumah, tapi satu desa rumah mini yang dibangun oleh M. J. Boyle. Awalnya M. J. membangun satu rumah mini untuk dirinya sendiri, tapi kemudian dia membangun lagi dan lagi tiga rumah mini dan menjadikan lokasi itu sebagai desa rumah mini. Silahkan nonton videonya di Youtube dan terkagum-kagum sama buk-ibuk yang satu ini. Buk-ibuk itu memang harus kreatif yaaa ketimbang bergosip *dijumroh*

    3. Rumah Mini Peti Kemas

    Screenshoot dari videonya di Youtube.

    Bukan cerita baru lagi kalau peti kemas atau container menjadi bahan dasar rumah. Jangankan di Indonesia, di Ende pun ada, meskipun saya masih bertanya-tanya bagaimana cara mereka mengatasi cuaca Ende yang panas ini di dalam rumah peti kemas. Sebenarnya itu bukan rumah tapi kantor, dibangun di Pelabuhan Bung Karno, berdekatan dengan tumpukan peti kemas lainnya. Dan semua rumah peti kemas selalu membikin perasaan saya bergelora. Haha. Ada orang yang membangun rumah dengan satu peti kemas seperti yang kalian lihat pada screenshoot di atas, ada punya yang lebih dari satu peti kemas karena rumahnya memang berkonsep rumah besar. Peti kemas juga bisa dijadikan penginapan. Harga peti kemas bekas terbilang mahal, belum lagi ongkos mendekor seperti melapisi peti kemas dengan karpet dan kayu agar tidak terlalu panas. Tapi tetap, peti kemas merupakan salah satu bahan dasar rumah paling simpel yang pernah saya temui.
     
    4. Rumah Mini Berjalan

     Screenshoot dari videonya di Youtube. Ada rodanya!

    Dalam pandangan saya, rumah mini berjalan berbeda dengan rumah mobil/bis/karavan/van/camper. Rumah Mini berjalan memang dibangun dilengkapi dengan roda sehingga bisa diderek sama mobil dan dibawa ke mana-mana. Salah satunya ini, favorit saya, rumah mini berjalan yang dibangun oleh Josh dan Lindsay, pasangan dari Ontario, Kanada. Silahkan klik nama mereka dan nonton videonya di Youtube.

    5. Rumah Mobil/Bis/Karavan/Van/Camper

    Screenshoot dari videonya di Youtube.

    Ada banyak bis/mobil/karavan/van/camper yang dijadikan rumah oleh pemiliknya. Praktis sekali kalau punya rumah begini karena bisa dibawa ke mana pun kita pergi. Karena kendaraan rodan empat tersebut di atas rata-rata berukuran kecil, maka disebut rumah mini juga. Salah satu favorit saya adalah bus sekolah oldstyle yang diubah oleh Aaron menjadi rumah ini. Biaya yang dikeluarkan kurang dari $4.500 dan desain interiornya sangat memukau.


    Dalamnya rumah bis milik Aaron. Keren kan? Kok ya semakin lama saya bisa gila melihat rumah-rumah ini.

    Itu dia lima rumah mini favorit saya. Bagaimana dengan kalian? Suka yang mana? Bingung kan? Semuanya keren sih. 

    Seandainya ada aturan pemerintah: wajib membangun rumah mini dikarenakan dunia ini semakin sempit, saya bakal pilih bikin rumah warna kuning kayak yang nomor dua, tapi dalamnya bergaya kayak nomor satu, dan harus ada rodanya jadi bisa dibawa ke mana-mana.

    Itu keinginan.

    Ke i ngin an.

    Ah, sudahlah ...

     
    Cheers

    0 komentar:

    Post a Comment

     

    2teh

    Tuteh Pharmantara
    Email: tuteh.pharmantara@gmail.com
    Twitter & Foap: @tuteh
    FB: Tuteh Pharmantara
    WA: 085239014948


    flobamorata
    Internet Sehat

    Advertisement

    Labels