• Start Your Day With Personal Story

    Apa Yang Kita Lakukan Untuk Kota Ini?


    Tessa Ngga'a, paling depan.

    Minggu lalu saya dihubungi Paul Leo, teman kuliah di Fakultas Hukum yang sudah duluan wisuda September 2017 kemarin. Paul menghubungi saya terkait dengan Relawan Bung Karno - Ende yang sudah banyak bergerak di bidang sosial. Salah satunya membantu perawatan Taman Bung Karno. Salah duanya membantu SD Ratenggoji yang letaknya 'di atas awan' dengan bantuan 100 meja dan kursi sekolah. Luar biasa hehehe. Bukan, bukan karena saya juga relawan di Relawan Bung Karno, melainkan karena anak-anak muda tidak semuanya kurang ajar (sama guru :D) tapi juga punya visi misi dan aksi untuk memajukan daerah tercinta, Ende. Kembali pada Paul Leo tadi, jadi Alumni SMANSA Ende 35 menghubungi Relawan Bung Karno untuk diajak kerja sama membersihkan Kota Ende. Waktu itu karena sedang ada pekerjaan, hanya David Mossar saja yang pergi ke Bete Cafe untuk bertemu mereka. Kegiatan yang satu ini, menurut saya, sudah seharusnya dilakukan sejak dulu dan menjadi agenda rutin baik masyarakat maupun komunitas. Ngomong-ngomong, saya alumni SMANSA Ende angkatan berapa ya? Kok lupa hahaha.

    Kegiatan bernama "Keliling Pungut Sampah Plastik" tersebut diselenggarakan pada Hari Jum'at, 2 Maret 2018 kemarin. Dimulai dari Bandara H. Hasan Aroeboesman - Ende dengan Ending point di Monumen Pancasila. Karena saya juga tergabung dalam beberapa komunitas dan grup, maka saya mengajak pula teman-teman tersebut. Misalnya teman-teman dari grup WA DEBM domisili Ende hehehe. 

    Isi status Facebook saya:

    Sudah cukup kita disebut "Wkwk Land" atau "Bully Nation" karena tabiat yang membikin orang lain menilai kita seperti itu. Ketimbang nyari bahan buat bully orang lain (kadang-kadang saya suka ngebully sih hahahah), mending kita bersihkan Kota Ende sambil olahraga.
    Ikutan yuk, kegiatan bhakti sosial kerjasama Alumni SMANSA Ende 35 dengan Relawan Bung Karno Ende.
    Kegiatan:
    Keliling Pungut Sampah.
    Hari:
    Jumat, 2 Maret 2018
    Waktu:
    15.00 Wita - selesai.
    Check Point & Start:
    Bandara H. Hasan Aroeboesman - Ende.
    End:
    Monumen Pancasila.
    Ditunggu partisipasinya!

    Pukul 15.00 Wita, setelah membereskan jualan Tutela, berbekal sapu lidi saya menarik gas Oim Hitup menuju Bandara H. Hasan Aroeboesman. Sudah ada beberapa penggerak kegiatan, David Mossar dari Relawan Bung Karno, dan Berdi dari Ende Fun Run. Kami memulai aksi pungut sampah itu dari pelataran parkir sepeda motor bandara, dilanjutkan ke Jalan El Tari. Namun sayang, baru pertengahan Jalan El Tari, hujan mulai turun. Saya, yang masih agak pusing karena si 50 mg/dL pun pamit pulang. Saya sendiri juga tidak tahu bagaimana kabar mereka yang masih melanjutkan aksi tersebut karena begitu tiba di rumah hujan mengguyur Kota Ende dengan derasnya.

    Kegiatan seperti ini membikin saya terharu. Apa yang kita lakukan untuk kota ini? Salah satunya ya dengan kegiatan keliling pungut sampah. Toh kita belum punya cukup dana untuk membangun taman baca yang dikelola secara baik, misalnya. Karena untuk hal semacam itu, meskipun ada sukarelawan, kita kan juga harus memerhatikan biaya transportasi sukarelawannya sekaligus memasok buku-buku baru. Tapi, lebih penting lagi, sukarelawan yang mau mengajak banyak orang sadar untuk membaca buku.

    Saya sadar, belum banyak juga hal yang bisa saya lakukan untuk kota tercinta ini. Masih dalam proses menuju ke sana, dan akan terus berproses. Entah dengan koar-koar di media sosial tentang Ende, entah dengan mendukung kegiatan komunitas-komunitas lain, entah dengan apalah yang bisa dilakukan oleh kedua tangan saya ini. Masih hanya sebatas itu. Tapi kapanpun saya diajak, jika memang sedang tidak sibuk, saya pasti ikutan. Ini penting. Bukan nilai seberapa banyak sampah yang terangkut/dibersihkan, melainkan nilai kehadiran saya, David, Berdi, sebagai orang di luar Alumni SMANSA Ende 35, yang usianya pun jauh di atas mereka semua.

    Mungkin ada yang ngetawain ketika melihat saya menyapu jalan El Tari hari itu, begitu pula saya. Jadi, kami saling ngetawain. Mereka ngetawain saya karena kayak orang kurang kerjaan. Saya ngetawain mereka karena mereka ngetawain saya. Bingung kan?

    Saya sendiri juga bingung. Hahahaha.


    Salam bebersih!    

    0 komentar:

    Post a Comment

     

    2teh

    Tuteh Pharmantara
    Email: tuteh.pharmantara@gmail.com
    Twitter & Foap: @tuteh
    FB: Tuteh Pharmantara
    WA: 085239014948


    flobamorata
    Internet Sehat

    Advertisement

    Labels