#TripFCLabuanBajo 3 : Welcome to Rinca!

Lajulah perahuku! (foto milik Kakak Ilham Himawan) Ini perahu yang kami temui dalam perjalanan dari Pulau Kanawa menuju Pulau Rinca.


Destinasi Day 3 #TripFCLabuanBajo adalah tur ke Pulau Rinca. Paket tur ini kami pesan sekalian di Kanawa Island and Resort yang juga menyiapkan paket tur ke Pulau Komodo dan sekitarnya. Asyik kan? Biaya yang kami keluarkan jika berlima hanya Rp. 350.000/orang, sudah dapat paket tur dengan kapten yang baik hati dan tidak sombong hihihi, juga lunch box sesuai pesanan (pilihannya ada nasi, atau mie, atau buah), dan masker snorkle. Di luar paket tur, bagi siapa yang ingin snorkling di perairan Pulau Kanawa, dikenakan biaya sewa masker snorkle.

Senin, 26 Mei 2014, pukul 07.00 Wita, kami sudah siap sedia untuk tur ke Pulau Rinca. Melihat langit cerah di atas sana, suasana hati saya menjadi lebih cerah dari semalam saat melihat langit bertabur bintang. Sebelumnya kami menikmati sarapan di restorannya dulu. Menu sarapannya adalah roti gandum, sramble egg, potongan buah semangka, pepaya, juga pisang. Minumnya silahkan pilih tersedia kopi, teh, atau mau dicampur susu juga boleh. Semuanya tersedia! Chef Heru memang luar biasa hehehe. Usai sarapan sekitar pukul 08.00 Wita salah seorang kru melaporkan bahwa boat kami telah siap. Masker snorkle pun dipilih di gudang di belakang restoran, dan yuk, berangkat!

Di atas boat

Boat yang kami tumpangi untuk tur Pulau Rinca ini berukuran sedang, sama seperti boat yang kami tumpangi saat berkeliling Taman Laut 17 Pulau di Riung. Boat-nya sangat bersih. Dipimpin oleh om kapten yang saya lupa namanya dan seorang kru, berangkatlah kami menuju Pulau Rinca. Langit biru, laut memantulkan birunya, laut yang jernih, melewati pulau-pulau, maka gadget kami pun tidak pernah bisa masuk ke dalam tas. Mana mungkin kami anggurkan saja pemandangan dan momen ini? No way! Jepret sana, jepret sini, pokoknya wajib jepret! Tapi aksi jepret-jepret pun harus ditahan karena kami tidak mau kehabisan baterai saat bertemu komodo nanti hehehe. Saya melihat Kakak Ilham sudah mengeluarkan Al Qur'an untuk mengaji (ODOJ) dan Sony mulai terkantuk-kantuk. Makanya saya mendekati kapten, dan membuat segelas kopi. Tetapi perjalanan yang ditempuh memang lama sehingga kantuk pun menyerang bertubi-tubi. Tanpa pikir panjang lagi saya merebahkan diri ... TERTIDUR SANGAT PULAS diiringi deru mesin tempel hahaha.


Kakak Ilham sedang ODOJ nih ...

Begitu mesin dimatikan, saya pun terbangun. Dua jam perjalanan pun berakhir. Lihat, itu jetty-nya! Selamat datang di Pulau Rinca, guys!

Selamat datang di Pulau Rinca!

Di depan Loh Buaya kami bertemu para ranger yang sedang mengaso. Mereka, ada yang baru saja selesai mengantar tamu, ada pula yang sedang menunggu tamu. Kami diantar oleh salah seorang ranger, yang saya lupa namanya (kebiasaan pikun sama nama orang ganteng, hihihi), menuju loket pembayaran. Perjalanan dari Loh Buaya hingga loket pembayaran hanya beberapa ratus meter saja. Kami sempat berpose di depan gerbang menuju loket pembayaran. Lihat, ada dua patung komodo sedang memuja langit hehehe. Mungkin do'anya adalah, "jangan punahkan kami ..."


 Di depan gerbang menuju loket pembayaran

Lokasi loket pembayaran/tamu berdekatan dengan kafe dan dapur. Dua petugas menyambut kami dengan senyum ramah. Total biaya masuk kami berlima hanya Rp. 144.000 saja. Sangat murah karena kami berlima loh. Aturan pergi ke Pulau Rinca dan Pulau Komodo adalah haram bagi perempuan yang sedang datang bulan. Makanya Mam Poppy disarankan untuk tidak ikutan tracking, tetapi atas satu dan lain hal Mam Poppy diperbolehkan ikut kita. 

Ranger mengantar kami ke bagian dapur Pulau Rinca. Kami pun bersorak girang karena akhirnya ketemu 'saudara lama' hihihi. Lihat itu, ada sekitar empat ekor komodo di sekitaran bangunan dapur. "Lihat komodo yang itu? Yang punggungnya ada tanda warna kuning? Itu komodo paling ganas makanya diberi tanda. Dia pernah menggigit dua ranger sekaligus!" tutur si ranger. Mak, saya bergidik ngeri tapi tidak bisa melepaskan bidikan handycam, mengikuti langkah si komodo ke sebuah pohon di mana ada tiga komodo lainnya sedang bersantai. Si komodo ganas kami beri nama Rocky. Wah, Rocky rebutan cewek sama komodo jantan lainnya! Tapi, kawan, itu belum masalah sampai kemudian Rocky mulai merangkak mendekati kami. Wah ... ada apa ini? Oh lala ternyata si Rocky mulai membaui amis darah *ngakak jungkir balik* dan mengikuti ke mana pun arah Mam Poppy melangkah. Kami pun terpaksa kembali ke kafe untuk istirahat sejenak sampai kemudian ranger kembali mengajak kami untuk tracking.

Di bawah pohon di belakang kami ada si Rocky :D

Jalur yang kami pilih untuk tracking adalah yang short. Mungkin ranger juga kasihan melihat tampang saya yang kelelahan ini *halah*. Terengah-engah kami mengikuti langkah ranger ... ehem ... maksudnya saya yang terengah-engah sembari ngesyut sana-sini *muka culun* sementara itu ada kekuatiran mendadak disergap komodo dari semak belukar di kanan dan kiri jalan untuk tracking itu. Jalanan kemudian menanjak, oalah, kami mendaki sebuah bukit. Payah-payah mendaki bukit ternyata membuahkan hasil yang aduhai! Look at the view! I do falling love with this island, cuy!

View Bukit
Sayangnya saya tidak sempat mengkopi foto view lautnya dari ketinggian hehehe. Padahal keren banget itu. Nanti deh, di upload di Facebook saja. 

Puas memanjakan mata, akhirnya kami memutuskan untuk turun kembali ke kafe. Tersedia minuman dingin favorit saya loh di kafe ini : teh pucuk! Hihihi. Agak lama di kafe untuk mengisi kemali tenaga yang telah terkuras *tsah* lantas kami memutuskan untuk kembali ke boat, menuju destinasi berikutnya, lokasi buat snorkling. Oh iya, kami juga harus mengisi perut yang mulai meraung minta diisi.

Dadah Pulau Rinca!

Terima kasih ranger ganteng yang telah menemani kami. Terima kasih wahai Rocky yang telah mengejar kami. Terima kasih wahai alam Pulau Rinca yang luar biasa keren sehingga lagi-lagi saya berikrar untuk dapat kembali lagi ke sini, sendirian maupun bersama teman-teman Flobamora Community. 

Kisah berikutnya tentang snorkling di sebuah pulau bernama Taka, akan saya posting. Duuuh tempat itu indah nian! Sabar yaaa ... *kecup basah*
Wassalam.

9 comments:

  1. Wow itu bukitnya bikin ngiler. betapa indahnya bumi Indonesia kita ini. Mba Tuteh, ajak2 donk hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ayoooo ini lewat postingan saya mengajak kalian datang ke Pulau Flores :D

      Delete
  2. saya belum pernah menyebrang, cuma sampe pantai labuan bajo hikssss ;((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu artinya om Bisot kudu datang lagi ke Pulau Flores, dan kita ngetrip bareng! :D

      Delete
  3. Kalau banyak orang, wisata jadi tambah meriah ya, Ka. Murah meriah maksudnya. :D
    Ada ang ngODOJ ada yang tidur pules juga. :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kakak. Dalam perjalanan tertentu, jalan bareng teman-teman itu hitungannya akan jauh lebih murah ketimbang sorangan :D huwekekekeke dan komplitnya adalah kami semua dengan sikap sehari-hari masing-masing :D

      Delete
  4. Itu kemarin teman cerita, ada ranger yang digigit komodo, mungkin sama Rocky kali, ya? :) :-s

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar kakak Anaz... itu ranger digigit sama Rocky, makanya di punggun Rocky dikasih tanda warna kuning sebagai kode bahwa dia ganas :D

      Delete

 

2read






Tuteh's bookshelf: read


Negeri 5 MenaraSamanMadreTitaniumSupernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang JatuhThe Lost Symbol

More of Tuteh's books »



kontraktor pameranNamira Consulting Jasa Psikotes Tes Psikologi

2teh

Ende - Flores | tuteh.pharmantara@gmail.com |
ym: tutehpharmantara
Twitter : @tuteh | FB : Tuteh Pharmantara

Rolling Fairy yang suka nyebarin VIRUS BLOG. Senangnya JALAN-JALAN ke mana saja, apalagi dibayar :p Masih suka MOTRET ASAL-ASALAN dan pastinya teteup suka DIPOTRET!


flobamorataBlogFam CommunityInternet Sehat Jump To Top