5 Peristiwa Saat Pilkada

- Thursday, June 28, 2018
Gambar diambil dari Detik.

Beberapa tahun yang lalu pada momen Pilkada saya terjaga pukul 11.30 Wita. Terkejut! Dengan mata masih mengantuk parah alias setengah membuka, saya berlari ke kamar mandi, menabrak kipas angin, menabrak lemari pakaian, kepala menghantam kosen pintu kamar mandi, lalu mengumpat kenapa kuping saya tidak mendengar suara alaram. Saya mandi sekenanya, yang istilah alm. Bapa saya itu mandi burung, lantas menggosok gigi. Saat menggosok gigi, mulut saya rasanya kok aneh? Mata yang separuh membuka akhirnya membuka penuh. Tube itu bertulis: POND'S. Kampet! 

Beberapa tahun lalu, saya harus pergi ke TPS karena saya berhenti menjadi si bukan pemilih. Saya harus memilih karena saya yakin pada visi dan misi si calon Bupati dan Wakil Bupati serta melihat track record mereka selama ini. Sesederhana itu. Visi, misi, dan track record calon pemimpin dapat mengubah saya yang awalnya termasuk dalam golongan putih menjadi golongan pemilih. Dan saya akui, paket yang saya pilih waktu itu benar-benar telah mengubah wajah Kabupaten Ende dari hari ke hari; wajah Kabupaten Ende yang terlihat oleh saya yang tinggal di Kota Ende. Setelah bertahun-tahun mari suri, Pelabuhan Ende yang berubah nama menjadi Pelabuhan Bung Karno telah kembali beroperasi dengan arus kapal-kapal penumpang dan kapal roro (roll in-roll out) yang mendukung perekonomian, parade kebangsaan setiap 1 Juni, ritual pati ka ata mata (memberi makan leluhur di Danau Kelimutu) setiap Agustus, ada nonton bareng di Lapangan Pancasila (dulunya bernama lapangan Perse) serta berbagai hiburan hingga bazaar, renovasi Situs Bung Karno, renovasi Taman Renungan Bung Karno, Renovasi Gedung Imaculata, hingga pawai kendaraan dinas yang dihias. Itu yang nampak oleh saya yang tinggal di Kota Ende. Di wilayah lainnya di Kabupaten Ende, pasti juga ada perubahan tapi saya tidak punya data jadi tidak bisa asal menulisnya di sini. Hehe.

***
  
Maaf ya, kemarin tidak sempat pos #RabuLima. Pasti pada nungguin pos #RabuLima kaaaaan hahaha *dikeplak*. Soalnya kemarin saya fokus sama Pilkada di daerah kami yaitu pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Siapa yang menang? Pasti kalian bertanya-tanya. Informasi sementara untuk Gubernur NTT masih unggul paket Viktori-Jos. Sedangkan untuk Bupati Ende masih unggul paket MJ. Siapa pun yang menang nanti setelah rilis resmi dari KPU, akan menjadi pemimpin kami di Kabupten Ende dan di Provinsi NTT. Baik pendukung/pemilih atau bukan pendukung mereka, tetap menjadi warganya kan? Hehehe.

Kemarin itu setelah mencoblos saya pulang ke rumah soalnya libur nasional *horeeee*. Sedang asyik main game, datanglan si Stanis More, konduktor ngehits Kota Ende. Jadilah kami pesta demokrasi di rumah saja berbekal kuaci merek Rebo, Potabee, donat Jessi Bakery yang nyumi itu, dan Coca Cola. Hancur berantakan diet DEBM saya. Tapi tak apalah, namanya juga pesta hahaha *jurus ngeles*. Ditambah satu personil lagi, si Ocha, cukup lengkaplah pesta demokrasi a la kami kemarin. Masih kurang si bungsu frontal Etchon dan si tukang ngorok dan tukang umpan Sony.

Diet hancur berantakan :D

Mari bercerita tentang lima peristiwa yang terjadi kemarin saat Pilkada baik di daerah saya, khususnya di tempat saya mencoblos.

1. Pilkada adalah Ajang Meraup Rupiah

Ketika saya sedang bersiap-siap di rumah yang mana tidak terlambat bangun sehingga menggosok gigi menggunakan pasta gigi bukan sabun muka, dan masih sempat ngopi dulu, saya berpikir tentang jajanan. Apakah di sekitar TPS nanti ada orang jual jajanan? Karena, heiiii, kemarin itu libur, dan orang-orang juga pasti enggan pulang ke rumah, mereka pasti suka nongkrong di sekitar TPS sambil menunggu penghitungan suara. Ternyata setelah saya tiba di TPS, kakak sepupu saya, yaitu Kakak Ermi Bata, berjualan es buah dan es cendol. Nah! Peluang ini dibaca dengan sangat jelas oleh kakak saya yang jago masak itu. Sayangnya, tidak ada yang jualan makanan semacam nasi kucing dan kudapan. Padahal peluangnya masih terbuka loh.

Di beberapa tempat, seperti kafe dan restoran, juga di Prodia, memberikan diskon kepada pengunjung yang datang setelah memilih (dengan jari ada noda tintanya). Asyik sekali ya. Yang macam begini hanya terjadi lima tahun sekali.

2. Pilkada adalah Ajang Reuni

Ya, Pilkada adalah ajang reuni. Kemarin setelah menunaikan hak sebagai warga, saya masih sempat nongkrong di luar TPS bersama pemilih lainnya. Bertemu teman-teman sekompleks yang dulu waktu masih kecil saban hari main bareng. Ada Irma Sella, ada Sony Larantukan, ada juga si Fiany. Mengobrol lama bareng Irma yang datang bersama suami dan anaknya, bercerita ini-itu, saling menggoda, dan sadar bahwa rumah kami hanya sepelemparan batu saja tapi kami jarang bertemu! Ha ha ha. Bercerita tentang masa kecil memang tidak pernah ada habisnya. Terima kasih Pilkada, gara-gara Pilkada kami reunian!

3. Pilkada adalah Ajang Melirik Tanaman

TPS kami itu di Lapangan Rumpis, di tengah pemukiman warga. Salah satu rumah warga - tetangga saya yaitu Om Miki Mudamakin. Saya terpesona oleh tanaman yang ada di teras rumahnya. Tertanya itu namanya kelapa bonsai (CMIIW). 
 
 
Bagus kan? Saya jadi pengen punya juga. Maunya sih tanya-tanya sama Om Miki apakah tanaman tersebut dijual? Tapi yang bersangkutan sedang sibuk karena menjadi panitia di TPS kami.
 
4. Pilkada adalah Ajang Quality Time Keluarga
 
Poin nomor dua di atas, reuni, ada kaitannya sama poin ini. Karena libur, saya lihat teman-teman datang ke TPS bersama anak-anak mereka. Setiap keluarga pasti punya quality time-nya masing-masing kan, tapi kemarin itu berdasarkan apa yang saya lihat, benar-benar menjadi ajang quality time banyak keluarga. Misalnya teman saya Sony Larantukan dan istrinya yang sama-sama bekerja; kemarin mereka datang dalam gaya santai bersama anaknya. Usai mencoblos, ketika orangtua mengobrol, anak-anak bermain bersama. Menurut saya ini bagus sekali. Sayang ... Pilkada tidak terjadi setiap bulan hahaha.
 
5. Pilkada adalah Ajang Pamer
 
Apa saja yang dipamerkan? Jari yang ada noda tintanya? Itu pasti. Tapi yang paling dominan, Pilkada adalah ajang pamer opini. Semua orang menjadi lebih pintar bicara politik. Semua orang jadi pandai memprediksi hahaha. Pokoknya seru lah membaca apa saja yang ditulis orang-orang di media sosial, khususnya Facebook (karena dominan Facebook sih yang dipakai sama teman-teman di Ende). Ya, semua orang boleh bersuara asal jangan lupa turut sumbang suara untuk memilih jagoannya ya.
 
Itu dia lima peristiwa yang terjadi saat Pilkada. Hebatnya, karena bertepatan dengan ajang piala dunia sepakbola, yang diomongin tidak melulu soal politik, tapi soal Argentina dan Korea Selatan hahaha. Ah, seru sekali.
 
Bagaimana dengan kalian? Apa peristiwa yang terjadi di lingkungan / TPS kalian? Cerita yuk :)
 
 
Cheers. 
Advertisement

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search