• Start Your Day With Personal Story

    5 Menu Sahur Praktis di Rumah Kami




    Hampir seminggu umat Muslim melaksanakan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu; penuh berkah dan mukjizat. Bulan seribu bulan. Sebagai perempuan (iya lah, saya perempuan), belum tentu dapat melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh karena you know why. Tapi tidak mengapa, Insha Allah akan diganti semua puasa yang tidak terpenuhi itu. Bagi Amak yang sudah tidak mampu berpuasa (76 tahun, dan stroke ringan), puasanya dibayarkan fidyah kepada yang mampu berpuasa tapi kurang mampu secara finansial dengan hitungan yang Insha Allah tepat. Apabila perhitungan fidyah-nya kurang tepat di mata Allah SWT, semoga diampunkan.

    Ramadhan identik dengan sahur dan berbuka puasa. Jaman dulu di rumah kami yang namanya sahur dan berbuka puasa pasti banyak peristiwa. Mulai dari peristiwa pergi ke pasar, peristiwa memasak, peristiwa makan bersama, dan lain sebagainya. Bapa dan Amak punya aturan tegas yang tidak bisa kami langgar; bersama-sama dalam suasana damai dan nyaman. Rendang, ayam goreng, perkedel dan/atau telur merupakan menu wajib sahur karena kami tidak terbiasa sahur dengan lauk ikan (kerongkongan bakal terasa aneh seharian berpuasa). Sedangkan kolak, es kepala muda, dan kurma merupakan cemilan wajib berbuka puasa sebelum makan berat (makan berat biasanya usai tarawih). Tapi jaman sekarang ... semua itu sirna bak matahari kembali ke peraduan. Hahaha.

    Jaman sekarang rumah kami hanya berpenghuni Amak, saya, Indra, dan Thika. Beda sama dulu yang bisa mencapai sepuluh-an orang. Penghuni hanya empat, satu tidak puasa, tiga puasa, kami memilih untuk tidak ribet. Manapula, si Indra biasanya berbuka di kantor, Thika di kampus, dan tinggallah kusendiri di sini sepi menanti saya sendirian berbuka puasa di rumah - kadang di luar rumah. Kolak dan aneka kue bakal ada kalau diantar sama Kakak Niniek. Haha. Lagi pula sudah lama saya tidak terbiasa berbuka puasa dengan es ini itu, sesekali sih masih, tapi wajibnya tetap kopi susu panas.

    Menu sahur kami paling ajaib dari semua rumah yang ada di Kota Ende, barangkali. Orang lain bakal bangun sahur untuk masak atau memanaskan makanan, kami bangun sahur hanya untuk menggoreng: sosis, nugget, tahu-tempe, telur, bakso sapi, dan/atau ayam karaage kemasan. Sayur? Palingan terong! Haha. Tapi kalau sedang rajin, biasanya kami tidak hanya menggoreng melainkan mengkreasikan jenis makanan di atas. Ituuuuu kalau rajin. Keseringan kami malas sih ihihihi. Untungnya kebiasaan saya didukung kebiasaan keponakan. Kebiasaan itu adalah mempraktiskan keadaan dan segala sesuatunya (duh, bahasanya) alias maloles.

    1. Sosis

    Sosis ini wajib ada di rumah baik pada saat puasa di Bulan Ramadhan maupun pada hari-hari biasa. Karena apa? Karena praktisnya dapet. Menggoreng sosis pun tak selamanya harus pakai kompor biasa (kompor berminyak tanah) karena kalau sedang sangat malas, kami lebih suka mencolok kompor listrik mini untuk menggorengnya dengan mata separuh mengantuk. Selain untuk kami konsumsi, sosis juga biasanya saya campurkan dengan nasi untuk piaraan kami; kucing-kucing genit itu, caranya pun dengan mengunyah sosis sampai hancur dan diramas dengan nasi. Mereka suka sekali makan nasi dicampur sosis meskipun kalau nasi dicampur ikan lebih menyenangkan. Hehe. Sumpah, makanan kucing kemasan yang dibeli Indra untuk kucing-kucing genit kami itu ... mubazir! Mereka kucing kampung! Mereka tak suka makanan pabrikan! Haha.

    Sayur: apa saja yang ada.
    Biasanya ditambah krupuk.

    2. Nugget dan/atau Ayam Karaage

    Orang Ende bilang, "Mau apa laiiii!?" Karena nugget dan ayam kaarage (kemasan/pabrikan) ini juga sama praktisnya dengan sosis. Kadang-kadang kalau sedang rajin, nugget diiris kecil bersama tahu dan tempe, ditambah sayur kacang pajang, lalu ditumis. Kucing-kucing genit suka juga sama menu ini.

    Sayur: apa saja yang ada.
    Biasanya ditambah krupuk.

    3. Tahu-tempe

    Ini juga makanan wajib sahur kami. Tahu tempe yang dibeli di pasar (tentu saja, masa beli di kampus) biasanya saya rebus sebentar dengan bumbu (bawang putih, kunyit, sedikit garam, dan penyedap rasa), lalu setelah dingin disimpan dalam wadah di kulkas. Bisa dipakai kapan saja selama waktu yang diijinkan oleh makanan tersebut; sekitar dua sampai empat hari. Praktis. Kalau kami makan tahu-tempe, kucing-kucing genit tetap makan nasi-sosis.

    Sayur: apa saja yang ada.
    Biasanya ditambah krupuk.

    4. Telur dan Induknya

    Kadang-kadang kalau membeli ayam potong (di pasar, bukan di kampus), kita terima bersih kan ya, sudah dalam potongan sedang yang tinggal diolah. Proses pengolahan dan penyimpanan sama dengan tahu-tempe di atas. Karena ayam tidak mungkin bertahan terlalu lama, apalagi sampai tiga hari, jadi kami berusaha untuk membeli setengah ekor saja, kalau habis sih tinggal dibeli lagi. Sedangkan telur biasanya memang disetok banyak (satu atau dua papan) karena kan saya diet DEBM yang mengutamakan telur, sedangkan kalau hari-hari biasa, telur biasa menjadi menu sarapanya Indra sebelum ke kantor. 

    Sayur: apa saja yang ada.
    Biasanya ditambah krupuk.

    5. Bakso Sapi

    Biasanya sepupu saya, Nany Pua Djombu, menjual bakso sapi kemasan yang dibuat sendiri. Saya suka baksonya, rasanya enak, dan empuk. Ukurannya juga gede-gede. Kalau sahur, bakso sapi ini bisa dicampur di kaldu mi, atau digoreng biasa ala ala kami hahaha.

    Sayur: apa saja yang ada.
    Biasanya ditambah krupuk.


    Lima menu sahur praktis di rumah kami yang sudah saya uraikan di atas (dih, uraikan) mungkin juga berlaku di rumah kalian. Tapi selama tigapuluh hari puasa tidak selamanya lima menu itu. Kadang kami perlu merepotkan diri sendiri dengan menyiapkan menu sahur sejak malam sehingga pas sahur tinggal diolah (misalnya pengen makan sayur yang ditumis) atau ... lagi-lagi digoreng. Yang jelas, jarang kami menyiapkan menu sahur yang ribet seperti harus memasak opor dan lain sebagainya. Oia, daging kaleng merupakan salah satu menu yang juga sering mengisi nuansa sahur kami. Ikan kaleng ... no.

    Keutamaan sahur bukan pada lauknya, tapi pada niatnya, dan tidak memaju-majukan sahur (seperti tidak melambat-lambatkan buka puasa). 

    Demikian menu sahur praktis di rumah kami. Bagaimana dengan kalian?


    Cheers.

    2 komentar:

    1. Kegiatan berpuasa harus diimbangi dengan gizi yang baik,kak agar tubuh tetap fit.

      Masak memasaknya lengkap beneeer,ya 😁
      Ada sosis, bakso, telur dan induknya juga ..
      Hehehe

      ReplyDelete

     

    2teh

    Tuteh Pharmantara
    Email: tuteh.pharmantara@gmail.com
    Twitter & Foap: @tuteh
    FB: Tuteh Pharmantara
    WA: 085239014948


    flobamorata
    Internet Sehat

    Advertisement

    Labels