• Start Your Day With Personal Story

    5 Alasan Memilih di Rumah Mini


    Gambar diambil dari Gudeg.Net.


    Konsep rumah mini sudah menjadi gaya hidup kaum urban terutama di Jepang, Eropa, dan Amerika. Berjamaah anak muda membangun rumah mini alih-alih menyewa kos atau apartemen, dan mendekorasinya bak hotel bintang lima. Bahkan, pasangan yang sudah lama menikah, pindah dari rumah besar mereka ke rumah mini. Beberapa diantaranya memilih rumah mini berjalan alias rumah karavan/mobil/bis/camper, sekalian kalau traveling tidak perlu mencari tempat menginap. Seperti salah seorang olahragawan kayak, Ben Hayward, yang mendesain mobil van-nya menjadi Hobbit Van. 

     Screenshoot dari videonya. Hehe.

    Di kota mana pun ada event lomba kayak, Ben bakal datang sama rumah berjalannya itu. Dia tinggal cari tempat buat ngetem dan tidak perlu menyewa penginapan. Segalanya menjadi lebih hemat. Kalau letih sih pasti, soalnya nyetir sendiri. Hobbit Van dilengkapi dengan dapur, tempat tidur, tempat bersantai. Hanya saja karena Hobbit Van ini tidak dilengkapi dengan kamar mandi, saya masih bertanya-tanya di mana kah Ben ketika kebutuhan kamar mandi mendadak datang? Mungkin pom bensin menjadi salah satu solusinya. Bagi traveler, pom bensin merupakan tempat yang dicari-cari kalau sudah kebelet. Saya salah satu contohnya. Haha.

    Di Indonesia sudah ada perkampungan rumah mini alias rumah domes yang terletak di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Fotonya bisa kalian lihat pada awal pos ini, yang saya kopas dari GudegNet. Rumah domes tersebut merupakan bantuan NGO waktu musibah gempa bumi menimpa Yogyakarta. Di daerah lainnya saya belum tahu adanya kampung atau kompleks rumah mini, kalau kalian tahu, bisa tambahkan di komen nanti. Setelah mengulik video rumah domes di Youtube, saya pikir masyarakat juga enggan untuk membangun rumah lain yang lebih besar (kalau duitnya sudah terkumpul banyak). Rumah domes itu sudah memberi kenyamanan yang sangat layak kepada mereka, lagi pula kompleks perumahan itu telah menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

    Kalau kalian membaca pos saya kemarin, kalian tentu tahu bahwa seorang laki-laki bernama Christian Schallert telah berhasil merenovasi apartemen di atap sebuah bangunan di Barcelona menjadi apartemen yang super hemat tempat dan dijuluki apartemen lego. Luasnya hanya 24 meter persegi! Christian adalah salah satu dari begitu banyak orang yang memanfaatkan rumah, kamar, apartemen, berukuran kecil sebagai tempat layak huni yang bikin ngiler. Manajemen mengorganisir adalah kekuatan kunci rumah mini. Tidak percaya? Jangan berhenti membaca. Haha.

    Sebenarnya, apa sih alasan orang memilih untuk membangun dan/atau tinggal rumah mini a.k.a. tiny house? Karena saya sendiri juga pengen bangun rumah mini semacam itu, kira-kira ini dia lima alasan memilih rumah mini dengan tingkat kenyamanan tinggi yang dapat kita ciptakan sendiri.

    Alasan memilih rumah mini adalah ...

    1. Harga Tanah Yang Mahal

    Sering dengar orang mengeluh, "Harga tanah mahal ya sekarang ... pusing deh eike mau beli tanah di mana. Yang di luar kota pun sekarang mahal-mahal. Masyarakat sudah paham pembangunan di kota sudah mentok, jadinya orang kota mengincar tanah di luar kota. Eh, ternyata di luar kota sama saja." Entah dengan kalian. Tapi saya sering keluhan seperti itu. Nyatanya harga tanah memang tidak semurah yang kita bayangkan. Untuk lokasi di kota apalagi di pusat kota yang dekat ke mana-mana, harganya sangat mahal! Apalagi di pinggir jalan. Tapi ternyata di luar kota pun juga mahal.

    Harga tanah yang mahal menjadi salah satu alasan orang memilih rumah mini. Namanya saja mini, jelas tanah yang dibutuhkan pun tidak seluas lapangan bola. Di Jepang, saya pernah menonton video sepasang suami-istri membangun rumah mini; satu besmen, dua lantai. Ketika ditanya pembawa acara kenapa membangun rumah mini? Jawabannya adalah harga tanah mahal dan pajak yang harus mereka bayarkan juga tinggi. Lagipula dengan membangun rumah mini, mereka juga hemat uang untuk materialnya. Jumlah material untuk rumah berukuran besar, atau tipe sangat sederhana, pun jauh lebih banyak dari jumlah material untuk membangun rumah mini.

    2. Hemat Material Bangunan

    Tidak semua rumah mini itu murah material karena ada rumah mini yang cukup mahal karena pemiliknya mendesai dengan barang-barang mahal. Tapi yang jelas, semakin kecil ukuran rumah maka semakin sedikit material yang digunakan. Bukan begitu? Bayangkan saja rumah mini hanya berukuran 4x6 atau bahkan lebih ekstrim lagi 3x4 yang notabene seukuran sebuah kamar. Berapa banyak material yang dipakai jika dibandingkan dengan membangun sebuah rumah? Kalian bisa hitung sendiri. Hehe.

    3. Melatih Kemampuan Mengorganisir

    Seperti yang sudah saya tulis di atas, kunci rumah mini adalah gembok gede kemampuan mengorganisir yang tinggi. Jika memilih rumah mini, maka harus banyak barang yang disingkirkan. Kebanyakan pemilik rumah mini mempunyai kasur geser atau kasur lipat yang bisa disimpan di dinding atau meletakkan kasur di loteng mini. Ketika tidak digunakan, untuk kasur lipat dan kasur geser, ruangan akan terlihat lebih lega. Selain itu, laci-laci dan penyimpanan merupakan senjata ampuh rumah mini. Kebanyakan menjadikan laci sekalian sebagai tangga menuju tempat tidur di lotengnya, tapi banyak juga yang seperti Christian, menjadikan laci dan lemari terlihat seperti dinding jika sedang tidak dibuka.

    Karena rumahnya mini dan semua diorganisir dengan baik, kayaknya sulit menemukan cerita, "Kunci motor saya di mana yaaaa!?"

    4. Melatih Hidup Dasar

    Yang saya maksudkan dengan hidup dasar adalah memenuhi kebutuhan dasar hidup. Saat kita tinggal di rumah apalagi yang berukuran besar, kita seakan memiliki segalanya, bahkan untuk hal-hal yang tidak penting. Contohnya gudang. Gudang kebanyakan menyimpan barang-barang yang tidak dan/atau jarang digunakan. Di rumah mini, kalian tidak membutuhkan gudang karena semua barang yang ada otomatis digunakan sehari-hari. Contoh lainnya adalah ruangan yang terpisah untuk ruang tamu, ruang kerja, ruang makan, bahkan ruang teve! Di rumah mini, kalian bisa memanfaatkan satu ruang untuk semua ruangan yang dibutuhkan. Tinggal tarik, geser, main sulap, jadi deh. Intinya seperti yang saya tulis di atas, kebutuhan dasar hidup manusia terpenuhi seperti kamar mandi, dapur, tempat tidur, ruang serba guna, air, dan listrik. Bahkan, barang-barang yang dulunya menurut kita 'sangat dibutuhkan', ketika pindah ke rumah mini akan menjadi barang-barang yang 'sangat tidak kita butuhkan'.

    5. Bermain Dengan Dekorasi

    Namanya juga rumah mini, mau mendekorasi seperti apa pun, atau gonta-ganti dekorasi, silahkan saja. Toh material buat dekorasi juga tidak banyak yang dibutuhkan. Bagi pecinta DIY (Do It Yourself), mendekorasi menjadi salah satu kebutuhan dasar mereka hahaha. Rumah besar, paling yang didekorasi atau didesain ulang bertahap (kecuali horang kayah yang bisa mendesain ulang rumah mereka sekaligus dan kapan saja).


    Itu dia lima alasan mengapa memilih rumah mini. Saya pikir, poin nomor satu dan dua yang lebih utama. Tapi menurut orang-orang yang sudah tinggal di rumah mini, intinya bukan itu saja, melainkan kepuasan karena 'sudah selesai dengan dirinya sendiri'. Dia tidak butuh segala macam barang lain karena 'tidak diijinkan' oleh rumah mini. Dia sudah selesai dengan urusan ruang teve yang terpisah dari ruang tamu, atau kamar mandi yang harus berjumlah empat.

    Ada satu hal lagi yang ingin saya tulis di sini yaitu tentang menghemat tenaga untuk bersih-bersih. Saya sudah merasa sangat lelah setiap kali membersihkan rumah; menyapu misalnya. Iri sekali melihat orang lain bisa menyapu rumah dalam waktu tidak sampai lima menit. Lha, saya mana bisa? Baru menyapu, belum mengepel, belum mengelap debu di jendela, lemari, dan barang-barang lainnya. Eike pusyiiing, beibs. Hehe. Makanya saya pengen banget membangun rumah mini. Suatu saat nanti. Kelak. Insha Allah.

    Bagaimana dengan kalian? Lebih suka rumah mini atau...? Setiap orang punya hak masing-masing untuk memilih :)


    Cheers.

    0 komentar:

    Post a Comment

     

    2teh

    Tuteh Pharmantara
    Email: tuteh.pharmantara@gmail.com
    Twitter & Foap: @tuteh
    FB: Tuteh Pharmantara
    WA: 085239014948


    flobamorata
    Internet Sehat

    Advertisement

    Labels

    Backpacker (53) Blogger (27) BlogPacker (32) Buku (23) Daily (35) Ende (107) Filem (13) Flores (11) Indonesia (10) Inspirasi (177) Jalan-jalan (39) Kabupaten Ende (9) Kaki Kereta (18) Komunitas (6) Komunitas Blogger NTT (15) NTT (47) Nusa Tenggara Timur (31) Quotes (6) Review (47) Thought (33) Traveling (61) Yellow (3)