• Start Your Day With Personal Story

    5 Ide Telur Paskah


    Menggambarnya di Photoscape, jeleknya ... jangan ditiru. Hahaha.

    Dalam hitungan hari, umat Katolik akan merayakan Hari Raya Paskah. Paskah, yang dirayakan setiap Hari Minggu, merupakan hari kemenangan, karena empatpuluh hari sebelumnya umat Katolik akan melakukan puasa (terlebih pada Hari Jum'at). Puasanya berupa pantangan pada kesenangan yang biasa dimakan dan/atau dilakukan sehari-hari. Misalnya kalau biasa makan daging dan sambal, maka pada Hari Jum'at akan puasa makan daging dan sambal, dan boleh makan makanan lain yang tidak biasa dimakan sehari-hari. Mama Sia (asisten Mamatua yang paling kami sayangi) kalau Hari Jum'at tidak makan nasi (makan siang) bersama kami, tetapi makan kacang ijo atau jagung bose atau singkong rebus dan ngeta (sejenis urap). Kalau sudah malam, ketika hendak pulang ke rumahnya, barulah Mama Sia makan nasi (makan malam).

    Oh ya, kenapa saya tulis Hari Kemenangan? Karena pada Minggu (Paskah) adalah hari kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat pada Hari Jum'at.

    Lahir dan besar di Kota Ende yang multi-agama, saya jadi tahu bahwa yang paling dinanti oleh umat Katolik adalah pra-Paskah yang diperingati beberapa hari sebelum Paskah. Pra-Paskah yang saya maksudkan di sini adalah Jum'at Agung. Hari Meninggalnya Yesus Kristus di kayu Salib. Salah satu paroki di Kota Ende, yaitu Paroki Mautapaga, pernah melaksanakan tablo (visualisasi sengsara Yesus Kristus / jalan Salib) secara akbar pada Jum'at Agung. Luar biasa sekali kegiatan tersebut. Siapapun boleh menyaksikannya. Ini dapat menjadi salah satu wisata reliji di Kota Ende. Karena, kita semua tahu, wisata reliji paling memukau pra-Paskah diselenggarakan di Kota Larantuka (Ibu Kota Kabupaten Flores Timur).

    Di Larantuka, pra-Paskah sudah dimulai dari Hari Rabu. Sehingga ada sebutan Rabu Trewa, Kamis Putih, Jum'at Agung, Sabtu Santo, dan Minggu Paskah (jika saya salah, mohon koreksi). Semuanya dirangkum dalam satu perayaan besar bernama Semana Santa. Tahun 2011 saya pernah mengikuti Semana Santa di Larantuka. Karena tiba di kota tepi pantai itu Rabu malam, saya baru bisa menyaksikan ritual-ritual pada Hari Kamis. Hari Kamis saya melihat ibu-ibu berpakaian warna hitam (karena inilah hari duka ketika Yesus diarak sambil memikul salib) menuju Kapela Tuan Ma (Bunda Maria). Di Kapela Tuan Ma ini ada Patung Tuan Ma yang sudah dikenakan jubahnya. Umat akan diberikan kesempatan untuk mencium jubah Tuan Ma. Setelah itu Tuan Ma diantar ke Gereja Kathedral. Pada Jum'at siang digelar Prosesi Laut mengantar Patung Tuan Meninu ke Gereja Kathedral, ada Jalan Salib malam hingga pagi hari yang luar biasa sahdu (biasanya dimulai pukul 21.00 sampai dini hari), dan lain-lain. Mungkin saya salah hari antara Kamis atau Jum'at ketika Tuan Ma diantar ke Gereja Kathedral. Sudah lama, agak lupa, hehehe.

    Umat yang datang ke Larantuka pada Semana Santa itu dari penjuru dunia. Stasiun televisi yang meliput pun semua bikin mata terbeliak (apalagi waktu saya sempat melihat logo National Geographic). Dan keramahan penduduk Larantuka pada semua wisatawan yang datang pun jangan ditanya lagi. Sudah seperti peraturan daerah, ultimatum, bahwa penduduk Larantuka wajib menerima wisatawan yang tidak kebagian hotel untuk menginap di rumah mereka. Salah satunya sayaaaa hehehe. Waktu itu saya dan Acie (sahabat ACIdetikCOM) menginap di rumah Abang Paul Fernandez. Abang Paul menikah dengan Kakak Nona Fernandez, yang dulunya sebelum menikah adalah tetangga samping rumah.

    Oke. Kembali ke soal Paskah. Sering saya membaca artikel luar, setiap Paskah selalu ada telur Paskah. Tapi sudah lama saya tidak melihat tentang telur Paskah ini di Kota Ende. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang merayakan Paskah, berikut beberapa ide telur Paskah yang bisa ditiru. Kalau Natal selalu ada Pohon Natal, maka kali ini ada telur Paskah.

    1. Kinder Joy

    Bukibuk pasti sering dengar rengekan anaknya, minta dibeliin Kinder Joy, apalagi di depan kasir (di Ende Kinder Joy diletakkan di meja kasir). Isinya tak seberapa, harganya luar biasa. Tapi tahukah kalian, wadah Kinder Joy dapat dimanfaatkan sebagai pengganti telur sungguhan? Bentuk Kinder Joy kan oval dan sangat mirip telur. Bagian sisi perekat yang lebih ke luar shape, dapat dirapikan (digunting) sehingga membentuk oval sempurna. Urusan warna, bisa dicat warna-warni sesuai selera, atau bisa juga ditempeli stiker warna warni (karena wadah plastik ini aslinya berwarna putih kan). Kalau sudah jadi, gunakan keranjang rotan yang dialasi potongan kertas (memanjang) yang sudah dikusutkan, lebih bagus lagi kertas warna, dan letakkan telur buatannya.

    2. Telur Raksasa

    Pojok rumah yang kalau Natal diletakkan Pohon Natal, maka kalau Paskah dapat diletakkan telur raksasa. Ide saya untuk telur raksasa ini memang tidak mudah dilakukan. Kalian dapat mencoba dua cara. Cara yang pertama, yang paling mudah, gunakan papan setinggi 100 senti, lalu lukis papan tersebut dengan gambar telur. Bagian bawah papan, letakkan rumput-rumput buatan dan hiasi dengan elemen-elemen pendukung lainnya. Cara yang kedua, agak ribet. Kalian bisa memanfaatkan balon raksasa. Setelah ditiup, usahakan bentuk oval/telur, balonnya dilapisi dengan potongan kertas (satu per satu) menggunakan lem (pakai lem weber juga bisa) hingga semuanya tertutup kertas. Setelah kering, balonnya boleh ditusuk dengan jarum, atau dibiarkan saja pun tidak masalah. Lalu telur buatannya dicat warna-warni sesuai selera. Karena bentuknya oval, kalian bisa menggunakan keranjang rotan yang besar sebagai alasnya. Gunakan daya kreatifitas semaksimal mungkin!

    3. Gantungan Telur

    Out of the box. Itulah maksud saya. Setiap Natal pintu-pintu rumah digantungi wreath, kenapa tidak coba membuat semacam wreath tapi digantungi telur Paskah? Caranya, Teh? Sabar, pasti saya jawab *sedot kopi dulu* hahaha. Kalian siapkan bingkai kayu yang bentuknya semacam pemidang, boleh ditutupi dengan pita atau dicat, lalu telur Paskah yang terbuat dari Kinder Joy pada nomor 1 di atas, digantungi di sisi atas (sisi atas, terserah pilihan kalian). Gantunglah di depan pintu. Pilihan warna-warna cerah akan menjadikan Hari Raya Paskah menjadi lebih semarak dengan gantungan telur ini.

    4. Telur Warna Warni

    Tidak semua telur ayam berwarna putih. Lebih condong ke warna cokelat kan? Oleh karena itu, pilihlah telur yang warnanya cokelat paling muda (menuju putih :P). Oh iya, meskipun dengan merendam telur di cuka akan membuat kulit telur menjadi lembut dan telur bisa memantul kalau dibanting, sebaiknya telurnya direbus saja ya. Siapkan pewarna. Jika mau telurnya warna-warni, pilihan warnanya juga harus banyak. Misalnya wadah a pewarna merah, wadah b pewarna biru, wadah c pewarna hijau, dan seterusnya. Selain pewarna makanan, tambahkan air sebagai pelarut warna dan sedikit cuka di dalamnya. Silahkan rendam telurnya (usahakan semua bagian telur terendam ya). Lamanya merendam tergantung seberapa setrong warna yang kalian inginkan nampak pada telur. Kalau ide yang ini sih, sudah merupakan ide umum yang ada di mana-mana, qiqiqiq.

    5. Telur Hadiah
    Natal identik dengan kado Natal, bagaimana dengan Paskah? Mungkin bisa jadi ide untuk orangtua memberikan telur Paskah pada anak-anak. Sebenarnya ini kado berbentuk telur paskah. Jika memang kesulitan mencari kemasan kado berbentuk telur, artinya harus mencari. Tapi jangan kuatir! Kado ini bisa diganti dengan telur cokelat. Banyak sekali cokelat berbentuk telur sudah dijual di pasaran. Akan lebih bagus jika wadah kadonya juga berbentuk telur. Tapi jika tidak ada, rasanya tidak masalah jika wadahnya berbentuk kotak saja hehehe.

    Itu dia 5 ide telur Paskah untuk teman-teman yang merayakan Paskah. Siapa tahu dengan ide telur Paskah ini, dapat menjadi momen yang paling tidak dilupakan oleh anak-anak. Bagaimana dengan telur sungguhan yang bisa dimakan? Kalau itu, sebenarnya sudah ada di benak saya. Jadi, ini bonus ide dari saya *ngikik* 

    BONUS IDE!

    Terlebih dahulu siapkan cetakan atau loyang silikon berbentuk telur (biasanya berbentuk setengah telur). Kalau sudah ada loyang ini, maka mudahlah bonus ide ini dilaksanakan. Caranya? Ambil telur (jumlah bebas sesuai selera), pecahkan dalam wadah, dikocok sampai halus, lalu dipisah sesuai banyaknya jumlah warna yang diinginkan. Setelah itu, telur yang sudah berwarna itu dituang di dalam loyang. Boleh dipanggang karena loyang silikon ini konon bisa bertahan hingga 200 derajat Celcius! Setelah matang, keluarkan dari loyang silikon, rekatkan potongan telur menjadi bentuk telur utuh, bisa menggunakan tusuk gigi. Hidangkan. Warnanya mungkin tidak semeriah warna kulit telur dicat, tapi setidaknya meja makan saat Hari Raya Paskah akan lebih unik dengan adanya menu tambahan ini.

    Waaaaah, senangnya hati saya bisa berbagi ide ini dengan kalian semua. Siapa tahu bermanfaat bagi teman-teman yang merayakan Paskah. Jangan lupa, kalau idenya dipakai, kabari saya ya ... biar kita happy together.

    Sya la la ...


    Cheers!

    0 komentar:

    Post a Comment

     

    2teh

    Tuteh Pharmantara
    Email: tuteh.pharmantara@gmail.com
    Twitter & Foap: @tuteh
    FB: Tuteh Pharmantara
    WA: 085239014948

    Internet Sehat

    Labels

    Backpacker (39) Blogger (18) BlogPacker (17) Daily (35) Ende (73) Inspirasi (74) Jalan-jalan (23) Kaki Kereta (15) Komunitas (6) NTT (35) Quotes (6) Thought (26) Traveling (46) Yellow (2)