• Start Your Day With Personal Story

    5 Cara Merawat Hardisk Eksternal


    Gambar dari Bhineka(dot)com, tapi hardisk saya sama persis dengan yang ini.




    Sudah seharusnya pengalaman pribadi menjadikan kita lebih waspada. Misalnya pengalaman sama laptop Toshiba saya yang mengalami over heat dan tewas, maka saya lebih waspada ketika menggunakan laptop yang sekarang nangkring di meja kerja. Yess, it's Acer Aspire E 14. Misalnya pengalaman pernah dikutuk jadi cantik, maka saya harus waspada sama orang-orang yang bisa saja mengutuk saya jadi perahu. Atau, pengalaman Brad Pitt disambar sesama artis yang lebih semok, saya harus waspada kalau ada wanita lain berada di dekatnya. Hihihi. Banyak pengalaman, banyak belajar. Pasti.

    Di dunia ini, tentu sudah banyak orang yang menggunakan hardisk eksternal, tapi kadang-kadang sikapnya justru menganiaya barang milik mereka itu. Kan sayang, dibeli dengan harga cukup mahal (di Ende yang 1TB bisa mencapai Satu Juta Rupiah) tapi dianiaya. Cara menganiaya pun macam-macam sehingga si kotak itu merasa jengah dan akhirnya hancur. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hardisk eksternal. Tapi bagi saya, selama masih bisa merawatnya dengan baik, kenapa tidak?

    Yang saya tulis di sini berdasarkan pengalaman pribadi sebagai orang awam. Jadi kalian salah kalau berharap saya akan menulis tutorial cara memperbaiki hardisk. Salah alamat. He he he. Karena saya menggunakan hardisk eksternal untuk menyimpan data-data yang juga penting dan berukuran besar, yang tidak mungkin berada di laptop, maka saya wajib menjaga keamanan hardisk saya tersebut. Oia, hardisk eksternal saya bermerek WD (Element).

    Yuk intip. Siapa tahu bisa berguna juga untuk kalian.

    1. Simpan di Tempat Aman

    Kadang kita menyepelekan lokasi penyimpanan barang-barang (berharga) seperti hardisk eksternal. Pengalaman pribadi, selama hampir 4 tahun membeli si WD, saya selalu menyimpannya di tempat yang sama, tempat yang aman dari jangkauan anak-anak dan mungkin pencuri. Jangan pernah menyimpannya di tempat yang terlalu tinggi dan rentan terjatuh. Tapi, bukankah banyak orang membawa hardisk ke mana-mana? Tidak masalah, asal tersimpan di dompet/sarungnya dengan baik, dengan cara kabel konektor dicabut dari badan hardisk, disimpan di tempat yang nyaman di dalam alias tidak mudah terguncang (biasanya bagian saku/kantong ransel).

    2. Tidak Sembarang Mencolok

    Ini penting. Kita tidak pernah tahu apa saja penyakit dari laptop atau komputer lain ketika mencolok hardisk eksternal tersebut. Itulah sebabnya hardisk eksternal saya tidak pernah dicolok ke sembarang laptop atau komputer lain, pasangan utamanya hanya laptop saya. Bagaimana jika ada data yang dibutuhkan orang lain tersimpan di situ? Gampang, colokan saja di laptop, pindah datanya ke flashdisk, serahkan ke orang yang membutuhkan. Jangan pula meminjamkan hardisk ke sembarang orang karena kita tidak tahu apa saja yang terjadi pada si hardisk selama dipegang oleh orang lain tersebut (bisa saja terjatuh, dihantam benda keras, dan lain sebagainya).

    3. Jaga Kapasitas

    Jangan biarkan kapasitas hardisk dipaksa terus menyimpan data. Kalian bisa melihat tanda peringatan, misalnya kapasitas yang tersisa hanya 1GB saja. Dengan menjaga kapasitas hardisk, tentu akan membuatnya jauh lebih awet untuk penggunaan jangka panjang. Data yang sekiranya sudah tidak penting lagi, boleh dihapus.

    4. Jangan Dipartisi

    Hardisk eksternal 1TB, dipartisi menjadi 3. Saya tidak melakukannya. Si WD itu, sejak dibeli sampai sekarang tidak saya partisi. Tetap saja seperti itu. Nah, kadang orang bingung sama pemilahan data. Kenapa harus bingung? Saya membuat folder-folder utama yang di dalamnya berisi folder-folder lain seperti:
    I Movie - folder berisi filem. Ah, ini pasti ada di semua hardisk.
    I Video - folder berisi video kerjaan.
    I Write - folder berisi tulisan pribadi.
    I Work - folder berisi data-data kerjaan.
    I Read - folder berisi e-book yang dapat saya baca kapan saja.
    Oia, untuk filem, usahakan tidak menonton filem langsung dari hardisk lebih dari lima jam.  

    5. Backup Data

    Hardisk eksternal dengan kapasitas besar tentu menyenangkan hati karena kita bisa menyimpan ratusan ribu data di dalamnya, atau bahkan menyimpan data-data berukuran besar seperti video. Saya menyimpan banyak video pernikahan hasil kerja di hardisk eksternal. Video yang sudah lewat satu tahun pernikahan akan saya hapus, kalau belum lewat satu tahun pernikahan masih saya simpan, kuatir diminta lagi sama pengantinnya. Bisa saja flashdisk yang saya serahkan ke mereka hilang.

    Tapi, ada baiknya kita melakukan backup data. Data penting pekerjaan kantor yang menurut saya tidak boleh hilang, akan saya backup di laptop pribadi, komputer kantor, hardisk eksternal, dan media penyimpanan online. Opsi yang terakhir wajib juga saya lakukan. Banyak pilihan kok, yang paling mudah adalah Google Drive, karena sudah terintegrasi dengan Android yang kita pakai sehari-hari. Prosesnya juga tidak lama, apalagi untuk berkas pekerjaan: Excel, Word, Pdf, dan lain-lain.

    Pengalaman dengan si WD, bagaimana saya memperlakukannya, membuat si WD aman-aman saja. Sejauh ini. 

    Semoga bermanfaat!


    Salam.  

    0 komentar:

    Post a Comment

     

    2teh

    Tuteh Pharmantara
    Email: tuteh.pharmantara@gmail.com
    Twitter & Foap: @tuteh
    FB: Tuteh Pharmantara
    WA: 085239014948


    flobamorata
    Internet Sehat

    Advertisement

    Labels