Insting: Komputer vs Manusia

Picture taken from Google. Picture is not mine!



Kata Cahyadi, "Dari film ini, ternyata tidak semua niat baik dianggap baik." Oh, betul sekali itu. Ketika teman kita pacaran sama seseorang yang menurut kita 'kurang baik', maka niat baik kita untuk menasihati pun bisa jadi dianggap tidak baik. Apalagi untuk seorang Sully, seorang pilot yang telah 40 tahun menjadi pilot, ketika dia terpaksa harus mendaratkan darurat U.S. Airways di Sungai Hudson, maka perbuatannya itu dianggap 'permainan berbahaya' yang harus dipertanggungjawabkan.

Film Sully diangkat dari kisah nyata pendaratan darurat U.S. Airways oleh Kapten Sully dan ko-pilot Jeff. Sesaat setelah pesawat mereka lepas landas dari Bandara LaGuardia, sekawanan burung menabrak pesawat tersebut, masuk ke mesin, hingga menyebabkan kedua mesin mati. Bagi teman-teman yang sudah pernah menontonnya, pasti tahu bahwa kemudian Sully yang dianggap sebagai pahlawan ini kemudian harus melewati serangkaian penyidikan oleh tim investigasi (NTSB). Singkat kata, Sully dituduh macam-macam dengan melakukan pendaratan darurat tersebut, karena menurut NTSB pesawat tersebut masih dapat kembali ke Bandara LaGuardia, atau ke Teterborro.

Saya rasa, tidak perlu mengulas lebih panjang lagi soal film ini, tapi langsung ke inti cerita, bahwa Sully menghadirkan "Insting: Komputer vs Manusia". Bagaimana simulasi dua pendaratan darurat yang awalnya sukses, ketika diminta extend waktu reaksi hingga 35 detik, justru mengantar dua simulasi itu pada kecelakaan fatal. Yang satu menabrak jembatan, yang satu menabrak gedung-gedung (seperti penglihatan yang mengganggu Sully - pasca trauma). Unsur manusia-nya, itulah yang penting, yang harus menjadi sebuah pertimbangan di dalam kasus-kasus serupa.

Jika Sully tidak menggunakan instingnya, semerta-merta mengikuti perintah dari ATC, sudah tentu dia tidak dapat menyelamatkan 155 nyawa di dalam U.S. Airways tersebut.

Insting, sesuatu yang dapat kita asah, dapat pula terlantar begitu saja. Tapi saya yakin, dalam kondisi apapun (apalagi dalam kondisi darurat seperti yang dialami oleh Sully dan Jeff), insting manusialah yang menang. Kita semua punya insting untuk tetap hidup, oleh karena itu kita percaya padanya.

Saya suka film ini,
Bagaimana dengan teman-teman lain?


Cheers!   

0 comments:

Post a Comment

 

2read






Tuteh's bookshelf: read


Negeri 5 MenaraSamanMadreTitaniumSupernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang JatuhThe Lost Symbol

More of Tuteh's books »



kontraktor pameranNamira Consulting Jasa Psikotes Tes Psikologi

2teh

Ende - Flores | tuteh.pharmantara@gmail.com |
ym: tutehpharmantara
Twitter : @tuteh | FB : Tuteh Pharmantara

Rolling Fairy yang suka nyebarin VIRUS BLOG. Senangnya JALAN-JALAN ke mana saja, apalagi dibayar :p Masih suka MOTRET ASAL-ASALAN dan pastinya teteup suka DIPOTRET!


flobamorataBlogFam CommunityInternet Sehat Jump To Top