Project #DIY

One of my desk-organizer.



Ketertarikan pada dunia DIY (Do It Yourself) mulai menggila sejak perasaan saya terketuk *syalala bahasanya* melihat begitu cantiknya keranjang anyaman berbahan kertas koran (lebih tepat disebut craft). Tertarik tidak akan menjadi apa-apa jika tidak coba membuatnya. Yess, berbekal lem takol berdaya rekat minim satuper satu benda cantik itu berhasil dibentuk meskipun tidak cantik-cantik amat. Ibarat manusia: banyak keriput, lemak bergelambir, full of selulit, dan harus terima kenyataan karena operasi plastik bikin miskin seketika.

Dari keranjang anyaman saya mulai berinovasi membuat desk-organizer. Awalnya saya membuat satu tempat alat tulis, single fighter, berbahan kartun berukuran agak-raksasa. Betul juga istilah: menjadi bisa karena biasa. Dari satu menjadi dua, dari dua menjadi tiga, dari tiga menjadi tak terhitung. Dan setiap kali membuat desk-organizer, semakin ada saja ide gilanya. Tidak susah membuat desk-organizer namun dibutuhkan ketekunan, which is saya yang tidak seberapa tekun akhirnya menjadi tekun, dan tentu harapan untuk dipuji.

Bermula dari permintaan Shinta Degor, dia menyediakan karton dan beberapa material lain *duileh, material*, berlanjut Mila Wolo, Grace, Yudith Ngga’a, Hepi, Melisa, Yohana, Mam Poppy, Dessy Daulika, Nona Florida, Ibu Rini, dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya. Well, ternyata banyak juga meja kerja di lingkungan Uniflor dihiasi desk-organizer buatan saya. Haha *ketawa bangga*. Dan kemudian barulah saya membuat desk-organizer untuk meja kerja saya sendiri *ihiks*. Oia, lemnya saya ganti. Dari takol menjadi walbergh. Eh, weber maksudnya. Seharusnya sih lem tembak.

Project #DIY masih terus berlanjut meskipun tidak intens. I mean, meskipun tidak setiap hari membuatnya namun saya masih membuatnya. Barusan saya coba membuat desk-organizer yang menggabungkan: kertas, karton, botol plastik, dan bekas gulungan bahan baliho (sejenis rol isolasi/lakban itu loh). Lumayan keren *manggut-manggut*. Dan terakhir saya membuat mini-wall-organizer yang cerah ceria karena pembungkusnya menggunakan kertas majalah (katalog) dengan gambar berwarna cerah. Rencananya bakal ditempel di dinding tempat saya bekerja. My workspace itu di kamar, jadi yah lumayan mempercantik kamar yang berantakan dipenuhi benda-benda mungil.

Next project saya bakal bikin kursi dari ban mobil. Pertama, beli mobilnya. Kedua, lepas bannya *ngikik*. Sudah dapat dua ban dari Abang Nanu setelah kakak pertama saya itu mengganti ban mobilnya. Mungkin bakal jadi dua bangku pendek atau satu bangku tinggi atau bisa juga cukup jadiin meja. Soalnya bahan-bahan untuk membuat bangku bahan ban ini lumayan juga menguras kantong. Hmmm *elus jenggot* entah bagaimana nanti bikinnya, saya optimis lah bisa. Om Fals juga sudah siap membantu. Insha Allah.

Yuk teman-teman, kita ber-DIY-ria :D

0 comments:

Post a Comment

 

2read






Tuteh's bookshelf: read


Negeri 5 MenaraSamanMadreTitaniumSupernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang JatuhThe Lost Symbol

More of Tuteh's books »



kontraktor pameranNamira Consulting Jasa Psikotes Tes Psikologi

2teh

Ende - Flores | tuteh.pharmantara@gmail.com |
ym: tutehpharmantara
Twitter : @tuteh | FB : Tuteh Pharmantara

Rolling Fairy yang suka nyebarin VIRUS BLOG. Senangnya JALAN-JALAN ke mana saja, apalagi dibayar :p Masih suka MOTRET ASAL-ASALAN dan pastinya teteup suka DIPOTRET!


flobamorataBlogFam CommunityInternet Sehat Jump To Top