Lagi, Kelimutu

Temans! Hihi ;))
Hari Minggu kemarin kami pergi ke Kelimutu. Iya, danau Kelimutu ituh! Hehe. Sebenarnya rencana ke Kelimutu ini sudah sejak minggu lalu. Nona Ambuwaru (kudunya manggil Bibi) dan suaminya yang saya panggil Om Mas (biasa panggil Mas tapi secara strutural keluarga dari Nona, harus panggil Om :p) mengajak pergi ke sana mumpung mereka berdua lagi di Ende. Minggu lalu batal, hari Minggu kemarin deh jalannya. Maunya sih mengajak 'dhepdhep' tapi saya yakin teman-teman tercinta itu nggak mungkin bisa bangun jam 5 pagi untuk berangkat jam 6! Hehe.

Salah satu danau yang masih berwarna hijau


Berangkatlah kemarin pagi jam 6 saya membonceng tante Lila, Nona dibonceng Om Mas. Kalian kan tau cuaca sekarang sangat dingin sekali. Sepanjang jalan bukan cuma gigi yang gemeretuk tapi tulang-tulang pada berdisko semua! Tapi yang namanya niat ya harus dijalankan. Hajar bleh!

Perjalanan ke Kelimutu dengan kecepatan sedang 30km/jam memakan waktu sekitar 2 jam. Kalau mau ngebut, bisa hanya 1 jam sampai 1,5 jam. Tapi kebut atau tidak, tetap sampai di tujuan juga kan? Apalagi selisih waktu hanya 30 menit. Jadi kami memilih untuk tidak ngebut agar mengurangi serangan dingin (teori kami, bukan teori Anda, jangan jangan protes :p), sambil menikmati pemandangan kanan-kiri, menyaksikan sunrise dan meminimkan kecelakaan perjalanan *tsah*

Perjalanan menuju Pos TNK (Taman Nasional Kelimutu), kami bertemu banyak mobil dan motor. Wah! Ada yang sudah pulang rupanya! Pasti pada nginap di Moni jadi subuh-subuh jemput matahari alias sunrise di puncak tuh. Menuju Pos TNK ini juga diiringi dengan tragedi biskuit jatuh *lirik tante Lila* hahaha.

Bersama petugas TNK; Andy (ngakunya sih itu :p)


Tiba di Pos TNK sekitar jam 8 pagi. Huhu haha. Ketemu Pepen (temen yang kerja di TNK), beli karcis dan ngisi buku tamu. Sempat nanyain pin Kelimutu tapi stoknya habis. Melanjutkan perjalanan menuju pelataran parkir Kelimutu sekitar 4 km lagi dari Pos TNK. Wah! Lagi-lagi deh kami kaget karena begitu banyak kendaraan diparkir. Ada sekitar 10 mobil dan motor-motor berjejer. Setelah motor diparkir, kami langsung kebut ke puncak! Hahaha. Udah kayak orang ikutan lomba apa'an aja. Saya dan tante Lila melesat kayak kuatir kawal Kelimutu kering hihi.

Di puncak juga banyak orang. Kami mulai melakukan ritual setiap kali pergi ke tempat wisata yaitu FOTO-FOTO :p xixixixixi ;))

Tau nggak, ini relief yang ditempel di dinding dikerjakan oleh Om Beny, tetangga sayah :p


Cuaca cerah, kadang berkabut, bikin senang. Terakhir ke Kelimutu bulan April 2011, kecewa berat. Udah naik jam 4 subuh, malah kabut se-mata-kaki. Nggak liat apa-apa, malah kameranya Acie berembun. Rupanya terbalaskan semua kecewa April kemarin *manas-manasin Acie* hahaha.

Bareng Nona...


Waktu tau saya ke Kelimutu, banyak yang tanya warna danaunya sekarang gimana? Ya kita tau untuk berubah warna dibutuhkan waktu yang cukup lama. Saya bersyukur karena pernah melihat sendiri saat formasi warna danau : merah, hijau dan hitam. Pernah juga lihat warna cokelat, hijau dan hitam. Ada lagi warnanya merah, hijau (dengan lingkaran-lingkaran kuning) dan hitam. Rupanya yang hitam itu memang sudah jadi setengah-kaldera dan warnanya bening, warna hitam akibat pantulan dari dinding kawanya. Yang hijau senantiasa hijau. Yang merah, selalu berganti-ganti.
Well, kemarin warnanya : 3H -> hijau hijau hitam... itulah warna terakhir Kelimutu sejak 2 tahun terakhir. Katanya sih setiap Kelimutu berubah warna bakal ada sesuatu yang buruk terjadi di Indonesia. Hihi. Kalau saya sih melihatnya sebagai perubahan alam yang memang terjadi akibat mikro-organisme yang hidup di dalam kawah (hahahaha itu mah kopi paste tulisan di prasasti Kelimutu!).

Di Puncak / Tugu!


Yang saya sukai saat kaki menjejak di puncak Kelimutu adalah sambutan dari bapak-bapak penjual kopi, sarung dan makanan. Mereka menyapa kami dengan, "Selamat pagi, selamat datang di Kelimutu..."

Awh!

Keren!

Mereka memang orang kampung (sama saya juga) tapi mereka punya keramahan. Mungkin menurut orang lain keramahan itu dibuat-buat tapi menurut saya keramahan itu memang mereka buat untuk menunjukkan bahwa orang Ende itu ramah-ramah dan senang dengan kedatangan wisatawan di Kelimutu. Why not? Mereka keren lho! Sangat! Kesadaran warga yang patut dicontoh!

Puas foto-foto dan mengobrol juga ngopi (maaf, saya minum Mizone... tubuh nggak mau lagi terima kopi pekat) kami memutuskan untuk turun mencari makan di Moni. Tau dooonkkk jam 6 pagi mana sempat kita ngeteh yang anget-anget apalagi sarapan?
Ternyata nggak rumah makan yang menyiapkan makanan siap saji jadi mesti nunggu. Ada pula yang di menunya tertera 'nasi goreng babi'. Waduh, kami mencari yang halal dan yang nggak dicampur... jadi terpaksa kami PULANG ENDE TANPA MAKAN DULU. Ha ha ha ha. Nekaters.

Pulang Ende udah asyik aja karena udah nggak terlalu dingin, KECUALI NDU'A RIA yang memang dingin banget. Terus di Endenya kita makan siang di Amazy; fast food yang nyediain ayam goreng, kentang goreng dan lain-lain. Langsung pesan, langsung makan, langsung kenyang, langsung NGANTUK! Hihihihi ;))
Pulang deh.

Sampai di rumah saya cerita-cerita dan tepar. Wasduh... gpp deh :D

So, kapan ke Kelimutu lagi? Saya bersedia nganterin :D wakakakakak asalkan :
1. Tepat waktu.
2. Naik motor.
3. Nggak bawa bekal.
(masa gini hari masih nenteng bekal ke puncak Kelimutu? Ntar bikin kotor pula di sana :p)

Si tangguh yang udah bawa saya ke sono :p eh... kebalik dink! Saya yang bawa dia ke sono :p hahaha


Next destination ==> Riung.


Wassalam.

5 comments:

  1. mbak.. foto2nya keren...
    tapi foto bapak yang jual kopinya mana ? :D

    Danau kelimutu itu di ENDE ? bukan di sulawesi, ya ? *dikeplakama mbak tuteh.. :D

    ReplyDelete
  2. Bener mbak, Kalo beda waktu ngebut ato enggak cuma 30 menit mending gak usah ngebut.. Enak santai sambil menikmati semilir angin n pemandangan.. hhehe :)

    ReplyDelete
  3. Wah saya belum pernah ke sana..hikksss klo balik Flores harus;)

    baru berkunjung lagi nih saya mba Tuteh ke sini..salam:)

    ReplyDelete
  4. wah ky'y seru jg ya tempat'y ,,pha lg fto"y keren nih.
    duh jdi pengent kzana. he...

    ReplyDelete

 

2read






Tuteh's bookshelf: read


Negeri 5 MenaraSamanMadreTitaniumSupernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang JatuhThe Lost Symbol

More of Tuteh's books »



kontraktor pameranNamira Consulting Jasa Psikotes Tes Psikologi

2teh

Ende - Flores | tuteh.pharmantara@gmail.com |
ym: tutehpharmantara
Twitter : @tuteh | FB : Tuteh Pharmantara

Rolling Fairy yang suka nyebarin VIRUS BLOG. Senangnya JALAN-JALAN ke mana saja, apalagi dibayar :p Masih suka MOTRET ASAL-ASALAN dan pastinya teteup suka DIPOTRET!


flobamorataBlogFam CommunityInternet Sehat Jump To Top